Nusawarta.id, Magelang – Hari kelima Retreat Kepala Daerah di Magelang menjadi agenda yang padat bagi Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, bersama para kepala daerah lainnya. Berbagai materi strategis disampaikan langsung oleh sejumlah Menteri Koordinator (Menko), Menteri, serta pejabat tinggi negara guna memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurut jadwal yang dirilis Sekretariat Retreat Kepala Daerah 2025, pada Selasa (25/2/2025), kegiatan dimulai dengan apel pagi pukul 07.00 WIB, dilanjutkan dengan serangkaian pemaparan yang berlangsung hingga malam hari.
Sesi pertama diisi oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kepala BKKBN. Diskusi ini menyoroti berbagai isu sosial, termasuk peningkatan kualitas kesehatan, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan keluarga berencana yang lebih efektif.
Setelah itu, Menteri Pertanian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Komunikasi dan Digital, serta Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat turut memberikan pemaparan. Mereka membahas strategi ketahanan pangan, transformasi pendidikan, serta peran teknologi digital dalam pemerintahan daerah.
Pada sesi siang, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM menyampaikan materi terkait optimalisasi investasi dan penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menjelang sore, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Menteri UMKM turut berbicara tentang peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi serta strategi pengembangan UMKM agar lebih kompetitif.
Puncak acara digelar pada malam hari dengan pemaparan dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jaksa Agung, Kapolri, serta Kepala BPKP. Diskusi ini menekankan pentingnya transparansi, pengawasan, dan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dari korupsi.
Di sela-sela kegiatan, Bupati Bang Arul menegaskan bahwa retreat ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah strategis bagi kepala daerah untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.
“Tujuan utama retreat ini adalah menyatukan visi antara pemerintah pusat dan daerah serta memperkuat sinergi antar pemimpin daerah. Harapannya, hasil dari kegiatan ini bisa meningkatkan kinerja pemerintahan daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Dengan agenda yang komprehensif, hari kelima retreat ini menjadi momentum penting bagi para kepala daerah dalam menyerap wawasan strategis guna menghadapi tantangan pembangunan di daerah masing-masing. (Ma/Red)












