Nusawarta.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pihaknya tidak akan mengganti nama Tanggul Baswedan di Jati Padang, Jakarta Selatan, yang sempat jebol akibat hujan deras beberapa hari lalu.
“Besok memang saya akan ke Tanggul Baswedan dan namanya tetap Tanggul Baswedan di Jati Padang,” ujar Pramono di Jakarta, Senin.
Pramono menambahkan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah melakukan perbaikan terhadap tanggul yang rusak. “Saya sudah memerintahkan Dinas SDA untuk mengatasi itu. Pada waktu kejadian (Jumat), tanggul segera bisa diatasi,” kata dia.
Berdasarkan data Dinas SDA, Tanggul Baswedan menjadi satu dari lima titik tanggul roboh di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan akibat hujan sangat lebat pada Kamis (30/10) malam. Keempat tanggul lainnya berada di Kemang Village (Lippo Mall Kemang), Kali Krukut segmen Plaza Bisnis Kemang, Jalan Kemang Utara IX, Mampang Prapatan, serta Jalan Taman Kemang Bangka (sebelah Wisma Anugraha) dari aliran Kali Krukut.
Selain itu, terdapat tiga titik tanggul yang longsor, yaitu di Jalan Kemuning, Pejaten Timur, Pasar Minggu; Jalan Gunuk Raya, Pejaten Timur, Pasar Minggu; serta Jalan Adityawarman, Selong, Kebayoran Baru. Longsor ini terjadi akibat pengikisan dinding tanggul oleh curah hujan ekstrem, sementara kerusakan tanggul disebabkan oleh tekanan debit air tinggi di Kali Krukut, Kali Mampang, dan PHB (saluran penghubung) Pulo.
Sebagai langkah penanganan darurat, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan membangun tanggul sementara menggunakan karung berisi pasir untuk menahan limpasan air.
“Kami telah menurunkan tim ke seluruh titik kerusakan untuk melakukan penanganan darurat. Saat ini kami fokus mencegah limpasan air agar tidak meluas ke pemukiman warga,” ungkap Hendri, Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta.
Di lokasi longsor, pemasangan crucuk kayu dolken dan karung pasir dilakukan sebagai langkah sementara. Untuk Jalan Adityawarman, perbaikan fisik permanen berupa pembangunan turap direncanakan dalam waktu dua hingga tiga bulan, tergantung kondisi cuaca dan ketinggian muka air.
Baca Juga : Pramono Anung Tegaskan Hanya Ingin Pimpin Jakarta Satu Periode
Tanggul Baswedan sendiri dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2017.












