PDIP Nilai Tuntutan Mahasiswa Realistis, Bantah Aksi Ditunggangi

  • Bagikan
Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli (Foto: Instagram/@gunromli/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, mengapresiasi aksi mahasiswa yang menyuarakan berbagai tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, tuntutan yang disampaikan mahasiswa merupakan aspirasi yang realistis dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Kita apresiasi aksi mahasiswa yang menyampaikan tuntutan itu. Lima tuntutan yang realistis dan masuk akal secara kontekstual,” kata Guntur saat dihubungi, Senin (15/6/2026).

Guntur juga menepis anggapan bahwa gerakan mahasiswa rentan ditunggangi kepentingan kelompok tertentu. Ia menilai mahasiswa memiliki independensi dalam menyampaikan aspirasi mereka di ruang publik.

“Jangan khawatir aksi mahasiswa ditunggangi, karena mereka tidak bisa ditunggangi. Yang perlu dikhawatirkan itu aksi mereka digembosi dengan diintimidasi,” ujarnya.

Baca Juga : Kejagung Kaji Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya dalam Kasus Korupsi MBG

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, antara lain menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), menghentikan praktik militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.

Gelombang demonstrasi mahasiswa juga berlanjut pada Senin (15/6/2026) di sejumlah titik di Jakarta. Kepolisian mencatat sedikitnya empat aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh kelompok mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan.

Aksi pertama dijadwalkan berlangsung di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) pada pukul 09.00 WIB.

“Rencana unjuk rasa pukul 09.00 WIB,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Erlyn Sumantri, dalam keterangan tertulis.

Baca Juga  Jubir KPK: Natal Jadi Momentum Refleksi Moral untuk Melawan Korupsi

Aksi kedua akan berlangsung di lokasi yang sama pada pukul 10.00 WIB dan melibatkan Aliansi Perisai serta kelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Jakarta Barat, di antaranya PMII Jakarta Barat, GMNI Jakarta Barat, FMN, APWKS, AGRA, SPP, FAM UI, HMI Universitas Esa Unggul, dan BEM Trisakti.

Sementara itu, aksi ketiga akan digelar di depan kompleks Gedung DPR/MPR RI, Senayan, mulai pukul 11.00 WIB. Demonstrasi tersebut diperkirakan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Baca Juga : Stok Beras Nasional Melimpah, Amran Pastikan Tak Ada Kelangkaan di Pasar

Adapun aksi keempat dijadwalkan berlangsung di Jalan Kwitang Raya, Senen, Jakarta Pusat, pada pukul 13.00 WIB. Unjuk rasa tersebut akan diikuti massa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia Provinsi Jambi.

Rangkaian demonstrasi mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan kritik dan aspirasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat perhatian dan evaluasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *