Nusawarta.id, Batulicin — Kain tenun kembali mencatatkan peran strategis sebagai penggerak utama peningkatan penjualan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tanah Bumbu dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data yang dirilis Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tanah Bumbu, penjualan kain tenun menunjukkan tren positif yang signifikan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk lokal bernilai budaya tinggi.
Data menunjukkan, penjualan kain tenun mengalami peningkatan sebesar 40,7 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan lebih dramatis terjadi pada 2025, dengan pertumbuhan mencapai 210,7 persen. Peningkatan ini diyakini tak lepas dari upaya para perajin yang semakin percaya diri memasarkan karya mereka, sekaligus strategi promosi dan perluasan pasar melalui pameran yang lebih masif dan terstruktur.
Ketua Dekranasda Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata kerja keras para perajin lokal serta dukungan lembaganya. “Ini bukti bahwa kerja keras para perajin dan dukungan Dekranasda membuahkan hasil,” ujar Andi.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan penjualan tersebut harus diikuti dengan konsolidasi strategi agar capaian positif dapat dipertahankan dan dikembangkan lebih jauh.
Baca Juga : Sosialisasi Kewirausahaan, Upaya Pemda Tanah Bumbu Cetak Pelaku Wirausaha Mandiri
Selain penjualan langsung, kanal pameran juga mencatat pemulihan yang signifikan. Setelah mengalami penurunan sebesar 76,9 persen pada 2024, penjualan melalui pameran kembali melonjak lebih dari sepuluh kali lipat pada 2025. Dekranasda menilai, pemulihan ini dipicu oleh peningkatan jumlah agenda pameran serta perbaikan tata kelola promosi yang lebih terarah.
Tren positif ini dianggap sebagai indikator pergeseran preferensi konsumen, yang kini semakin tertarik pada produk lokal dengan nilai budaya yang tinggi. Kain tenun pun semakin diperhitungkan sebagai sektor unggulan UMKM Tanah Bumbu, dengan potensi yang masih luas untuk dikembangkan baik di pasar domestik maupun internasional.
Andi menekankan pentingnya tidak cepat puas dengan capaian yang ada.
“Kita tidak boleh hanya puas dengan peningkatan angka. Justru dengan hasil ini, kita harus lebih serius memperbaiki apa yang masih kurang,” pungkasnya.
Dengan momentum ini, para perajin kain tenun di Tanah Bumbu diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal, sekaligus memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM.












