Kemunculan Buaya Gegerkan Warga HSU, DPRD Kalsel Desak Langkah Antisipasi

  • Bagikan
Anggota DPRD Kalsel Dewi Raisha Aprilia temui relawan dan meninjau dilokasi kemunculan buaya di perairan sungai Balangan Desa Lok Bangkai dan Patarikan. (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Amuntai – Kemunculan seekor buaya di Sungai Balangan membuat warga di Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, resah. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Dewi Raisha Aprilia, turun langsung meninjau lokasi kemunculan predator tersebut, Selasa (20/1/2026).

Peninjauan dilakukan di aliran Sungai Balangan, tepatnya di antara Desa Patarikan dan Desa Lok Bangkai. Dalam kesempatan tersebut, Dewi Raisha Aprilia turut berdialog dengan warga serta aparat terkait guna memastikan langkah-langkah antisipasi yang telah dan akan dilakukan demi keselamatan masyarakat.

Raisha menyampaikan keprihatinannya atas kekhawatiran warga, mengingat sungai tersebut merupakan jalur aktivitas utama masyarakat, baik untuk mandi, mencuci, hingga transportasi. Ia pun mengimbau masyarakat agar sementara waktu mengurangi aktivitas di sekitar bantaran sungai, khususnya pada jam-jam rawan.

“Sebagai langkah antisipasi, kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan mengurangi kegiatan di bantaran sungai, terlebih pada waktu-waktu rawan. Keselamatan warga adalah hal yang paling utama,” ujar Raisha di sela-sela peninjauan.

Baca Juga : Bupati HSU Serahkan Bantuan Banjir di Babirik dan Danau Panggang pada Hari ke-10 Tanggap Darurat

Sebelumnya, warga Desa Patarikan dan Desa Lok Bangkai dihebohkan dengan beredarnya video kemunculan seekor buaya yang terlihat berenang di tengah Sungai Balangan. Video tersebut dengan cepat menyebar melalui media sosial dan pesan singkat, sehingga menimbulkan rasa takut dan was-was di kalangan masyarakat.

Sejumlah warga mengaku khawatir untuk kembali beraktivitas di sungai. Pasalnya, sungai tersebut selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga.

“Melihat video yang beredar, kami jadi takut untuk melaksanakan aktivitas di sungai. Biasanya kami mandi dan mencuci di sini, tapi sekarang harus lebih hati-hati,” ujar salah satu warga yang menyaksikan langsung upaya pemantauan di lokasi.

Baca Juga  Bupati HSU Lantik Kepengurusan MUI Periode 2025–2030, Tekankan Sinergi Ulama–Umara untuk Kemajuan Daerah

Sementara itu, anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) HSU, Edy Saputra, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif. Tim Damkar bersama unsur terkait melakukan peninjauan baik siang maupun malam hari untuk mengetahui pergerakan dan lokasi buaya tersebut.

“Kami terus melakukan pemantauan, baik siang maupun malam. Kami mengamati titik-titik yang diduga menjadi tempat singgah atau berjemur buaya, dan akan berupaya melakukan evakuasi jika memungkinkan,” pungkas Edy.

Baca Juga : Wabup HSU Buka Capacity Building Perkim LH, Tekankan Kebersamaan dan Inovasi ASN

Pemerintah daerah bersama DPRD dan aparat terkait berkomitmen untuk terus berkoordinasi demi memastikan keamanan warga serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *