Koperasi Merah Putih “Naik ke Atas”, Strategi Pemerintah Atasi Krisis Lahan di Kota Besar

  • Bagikan
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Pascabencana Sumatera di Jakarta, Jumat (2/1/2026). (Foto: Kemenkop/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Bandung — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyiapkan strategi khusus untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan di wilayah perkotaan dalam pembangunan Koperasi Merah Putih. Salah satu solusi yang diusung adalah pembangunan gedung koperasi secara vertikal atau bertingkat di kota-kota besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri kegiatan di Masjid Al Jabbar, Minggu (29/3/2026). Ia mengakui bahwa penyediaan lahan seluas 1.000 meter persegi untuk setiap unit koperasi menjadi kendala utama, terutama di kawasan padat penduduk.

“Ketersediaan tanah di kota-kota memang relatif sulit. Kalau pun ada, luasannya sering kali di bawah 1.000 meter persegi,” ujar Ferry. Untuk itu, Kementerian Koperasi tengah menyiapkan skema teknis berupa surat perintah kerja bagi pembangunan di atas lahan terbatas agar program tetap berjalan.

Menurut Ferry, konsep bangunan vertikal menjadi solusi realistis guna mengoptimalkan fungsi koperasi, termasuk untuk kebutuhan gudang, distribusi, hingga gerai pelayanan. Desain ini dinilai mampu menyesuaikan kondisi lapangan tanpa mengurangi efektivitas operasional koperasi.

Baca Juga : Penguatan Koperasi Pesantren, OPOP Jatim Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Kelembagaan

Pemerintah daerah pun diminta segera melakukan pendataan aset tanah yang tersedia, baik di tingkat desa maupun kelurahan. Langkah ini dinilai penting agar pembangunan Koperasi Merah Putih tidak terhambat oleh persoalan administrasi maupun ketersediaan lahan.

Hingga saat ini, pemerintah mencatat sebanyak 2.400 unit Koperasi Merah Putih telah rampung 100 persen, termasuk di wilayah Jawa Barat dan Kota Bandung. Pemerintah menargetkan pembangunan 34.000 unit fisik dapat diselesaikan dalam satu hingga dua bulan mendatang. Sementara itu, target jangka panjang mencapai lebih dari 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia.

Untuk memastikan kesiapan operasional, Kementerian Koperasi juga memperkuat koordinasi lintas sektor. Kolaborasi dilakukan bersama pemerintah daerah, mitra strategis seperti PT Agrinas, serta melibatkan perguruan tinggi dan lembaga terkait di daerah.

Baca Juga  Jelang Launching Kopdeskel Merah Putih, Wamendagri Bima Tekankan Penguatan Kapasitas Pengurus

“Kami sedang mematangkan tahap operasionalisasinya. Akan kami rapatkan bersama pemda, PT Agrinas, serta berbagai pihak termasuk perguruan tinggi agar persiapan Koperasi Merah Putih semakin matang,” kata Ferry.

Baca Juga : Kemenkop Bentuk Command Center untuk Monitoring Koperasi Secara Real-Time

Dengan strategi pembangunan vertikal dan sinergi lintas sektor, pemerintah optimistis program Koperasi Merah Putih tetap dapat berjalan optimal meski dihadapkan pada keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *