Nusawarta.id, Bandar Lampung – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) segera mengecek dan memperbaiki kondisi jalan di wilayah masing-masing. Hal ini terutama berlaku untuk jalan provinsi dan kabupaten/kota yang menjadi tanggung jawab Pemda. Mendagri menegaskan bahwa perbaikan harus dilakukan secepat mungkin agar tidak menghambat pergerakan pemudik.
Arahan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Kamis (13/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menekankan bahwa selain jalan nasional yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemda harus mengambil peran aktif dalam memastikan kelayakan infrastruktur lokal.
“Jalan nasional ditangani oleh PU, tapi jalan provinsi mohon Kepala Dinas PU dan Dinas Perhubungan cek kondisi jalan, kalau ada lubang segera diperbaiki,” ujar Mendagri.
Untuk mempercepat proses perbaikan, Pemda dapat memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Jika masih ada keraguan dalam penggunaannya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap mengeluarkan surat edaran sebagai dasar hukum yang memperkuat kebijakan tersebut. Mendagri juga meminta gubernur untuk mengoordinasikan upaya ini dengan bupati dan wali kota agar tidak ada jalan yang dibiarkan rusak selama masa mudik.
Selain perbaikan jalan, Mendagri juga menyoroti gangguan lalu lintas lainnya, seperti pasar tumpah yang sering muncul di sepanjang jalur mudik. Ia meminta Pemda menertibkan pasar-pasar tersebut agar tidak menyebabkan kemacetan.
Lebih lanjut, Mendagri mendukung kebijakan pengaturan libur Lebaran 2025 yang telah disepakati pemerintah. Salah satu langkah strategis adalah penerapan kebijakan working from anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 24-27 Maret 2025. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas dengan menyebar waktu keberangkatan pemudik.
“Ini ide brilian Menhub untuk berani mengajukan usulan 24 Maret mulai WFA,” kata Mendagri.
Namun, ia mengingatkan agar pelayanan publik tetap berjalan meskipun ada kebijakan WFA. Instansi pemerintahan harus mengatur sistem kerja secara bijak agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Selain WFA, pemerintah juga memperpanjang masa libur sekolah agar arus mudik lebih terdistribusi. Berdasarkan keputusan terbaru, libur sekolah dimulai pada 21 Maret 2025, sementara cuti bersama bagi pekerja berlangsung hingga 7 April 2025. Sekolah baru akan kembali aktif pada 9 April 2025.
“Tanggal 21 Maret itu ada Jumat, madrasah libur. Jadi sekalian saja, sekolah negeri juga libur mulai tanggal itu,” jelas Mendagri.
Dalam rapat tersebut, Mendagri juga menyoroti faktor cuaca yang berperan dalam kelancaran mudik. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan laut dari Pelabuhan Merak ke Lampung kali ini lebih kondusif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tadi kita jalan dari Merak ke Bakauheni, Alhamdulillah saya lihat lautnya landai, datar, seperti kolam. Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana gelombang tinggi sering menghambat perjalanan,” ungkapnya.
Ia berharap kondisi cuaca yang baik ini tetap bertahan sepanjang periode mudik dan arus balik agar perjalanan masyarakat lebih nyaman dan aman.
Dengan pengaturan libur yang lebih panjang dan persiapan infrastruktur yang matang, Mendagri optimistis kemacetan dapat dikurangi dan perjalanan mudik tahun ini berlangsung lebih lancar.
“Mudah-mudahan dengan pengaturan seperti ini, arus mudik dan balik bisa lebih terurai karena liburnya panjang, tidak menumpuk di satu waktu saja,” pungkasnya. (San/Red)












