Menhub Pastikan Layanan Transportasi Lebaran 2026 Aman dan Lancar, Masyarakat Diminta Manfaatkan Nusantara Hub

  • Bagikan
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri Pencanangan Pembangunan Hunian Dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di lahan aset PT Kereta Api Indonesia di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan fasilitas transportasi dan pelayanan publik selama arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Kepastian tersebut disampaikan usai melakukan pemantauan di Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Perhubungan (Pusintrans), Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Menurut Dudy, pemerintah berkomitmen menjaga kualitas layanan transportasi di seluruh moda selama periode angkutan Lebaran, termasuk pada fase arus balik yang diprediksi akan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.

“Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas transportasi dan pelayanan publik selama masa mudik dan balik dapat berjalan dengan baik,” ujar Dudy.

Berdasarkan data Kemenhub, puncak arus mudik Lebaran 2026 telah terjadi pada Rabu (18/3/2026) atau H-3. Pada periode tersebut, terjadi lonjakan pergerakan penumpang di hampir seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian.

Baca Juga : Kemenhub Pastikan Bus Lebaran Layak Jalan

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 24 Maret 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan, masyarakat diimbau agar memantau kondisi perjalanan secara berkala melalui kanal resmi yang disediakan pemerintah.

Salah satu layanan yang dioptimalkan adalah Nusantara Hub Live Streaming, yang memungkinkan masyarakat memantau pergerakan arus mudik dan balik secara real time. Melalui platform ini, pengguna dapat memperoleh informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, cuaca, hingga titik rawan di berbagai simpul transportasi.

“Kanal tersebut dapat menjadi rujukan informasi resmi agar masyarakat memperoleh kondisi terkini di lapangan serta terhindar dari informasi yang tidak terverifikasi,” kata Dudy.

Pemantauan arus mudik dan balik juga didukung oleh Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 yang berfungsi sebagai pusat koordinasi nasional. Posko ini mengintegrasikan data dari berbagai instansi guna memastikan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam mengurai kepadatan.

Baca Juga  Bupati Andi Rudi Latif Sampaikan Usulan Fasilitas Keselamatan Jalan ke Kemenhub RI

Lebih lanjut, Dudy menjelaskan bahwa platform Nusantara Hub tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga mendukung integrasi layanan transportasi lintas moda, termasuk pelaksanaan program mudik gratis yang digagas pemerintah.

Baca Juga : KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Mantan Menhub Budi Karya Sumadi

Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik, mulai dari menentukan waktu keberangkatan, memilih rute alternatif, hingga menghindari titik-titik kemacetan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

“Kemenhub mengimbau masyarakat menjadikan Nusantara Hub Live Streaming sebagai rujukan utama untuk memantau kondisi perjalanan selama masa angkutan Lebaran,” ujar Dudy menegaskan.

Pemerintah berharap, melalui optimalisasi teknologi informasi dan koordinasi lintas sektor, penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *