Nusawarta.id, Kabupaten Banjar – Bencana Banjir masih melanda wilayah Kalimantan Selatan termasuk wilayah Kecamatan Sungai Tabuk. Berdasarkan pantauan di lapangan Kedalaman banjir di Kecamatan Sungai Tabuk mencapai setinggi paha orang dewasa sehingga sekitar 200 warga harus mengungsi. Kondisi tersebut jadi perhatian Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka hingga menyempatkan diri meninjau langsung pada Kamis (08/01/2026).
Wapres mendatangi di Posko Pengungsian warga di Puskesmas Sungai Tabuk bersama dengan Gubernur Kalsel dan Forkopimda lainnya. Wapres pun berinteraksi langsung dengan para korban banjir serta membagikan bantuan.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan para mahasiswa berbagai universitas di Kalimantan Selatan untuk mencoba berdialog langsung dengan Wapres RI. Tanpa pikir panjang, Gibran mendekati mahasiswa, dan memberi kesempatan untuk menyampaikan keluhan-keluhannya.
Di hadapan Wapres, mantan Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat Adi Jayadi meminta solusi nyata jangka panjang agar masyarakat tidak lagi terdampak banjir. mahasiswa tidak ingin pemerintah hanya sekedar hadir sebentar dan membagikan bantuan serta logistik, tetapi menjalankan langkah-langkah penyelesaian hingga 10 s.d. 20 tahun ke depan.
Adi Jayadi berharap Wapres bisa memberi atensi langsung kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang terkena banjir seperti meninjau lokasi langsung yang terdampak parah. Kepala Daerah jangan sampai membuat pernyataan yang melukai hati masyarakat.
Tak lupa Adi Jayadi meminta pemerintah mau membuka pintu bagi mahasiswa yang mau menyuarakan kritik-kritik nya sehingga ada kolaborasi yang baik dari seluruh pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Sementara itu Rizky selaku Korwil BEM SI Kalsel menjelaskan bahwa keluhan kami selama ini selaku warga kalimantan selatan adalah terkait kegiatan pertambangan ilegal. “Berdasarkan kajian kami, terdapat 180 pertambangan ilegal di kalsel. Nanti akan kami serahkan datanya”, ujar Rizky.
Rizky menambahkan masyarakat membutuhkan sumur resapan untuk mengatasi bencana banjir yang menjadi rutinitas tahunan masyarakat membutuhkan solusi konkrit agar warga bisa menjaga perekonomiannya serta beraktivitas semestinya. “Wapres sebagai pelaku kebijakan, Ring 1 Nasional yang hadir disini, agar sama-sama berkomitmen untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” kata Rizky.
Setelah mendengarkan keluh kesah mahasiswa, Wapres Gibran menjawab akan memberi solusi jangka pendek dengan modifikasi cuaca untuk mengurangi hujan. Selanjutnya untuk solusi jangka panjang, pemerintah akan melakukan evaluasi berbagai hal, diantaranya pengecekan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), alih fungsi lahan, pendangkalan dugaan kegiatan ilegal dan reklamasi lahan.
Wapres juga menghimbau mahasiswa agar tidak ragu dan langsung melaporkan permasalahan di daerah kepada dirinya. “Kami memiliki Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang bisa menindaklanjuti kegiatan lahan perkebunan sawit. Jika ada yang melanggar aturan akan kami langsung hentikan dan diambil alih langsung oleh pemerintah” tegas Gibran. (Arm/Red)












