Prabowo Kumpulkan Eks Gubernur BI, Serap Jurus Hadapi Krisis Ekonomi dan Jaga Rupiah

  • Bagikan
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kanan) bersama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026), guna menyerap pengalaman dan masukan dalam menghadapi potensi gejolak ekonomi global. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar keuangan internasional.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Burhanuddin Abdullah dan Soedradjad Djiwandono. Para mantan petinggi bank sentral tersebut berbagi pengalaman saat Indonesia menghadapi berbagai krisis ekonomi, termasuk krisis keuangan global pada 2008.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan para eks Gubernur BI menyampaikan sejumlah catatan penting berdasarkan pengalaman mereka dalam mengelola stabilitas ekonomi dan moneter di masa-masa sulit.

“Disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008. Kebetulan mereka rata-rata periodenya antara 2004 sampai 2014 dan dalam pertemuan tersebut menyampaikan beberapa catatan yang terjadi,” ujar Airlangga usai pertemuan di Istana Kepresidenan.

Baca Juga : Purbaya Pasang Target Agresif: Rupiah Didorong ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Dalam diskusi tersebut, Airlangga menyinggung salah satu periode yang menjadi pelajaran penting bagi pemerintah, yakni krisis minyak dunia pada 2005. Saat itu harga minyak mentah dunia sempat melonjak hingga sekitar 140 dolar AS per barel sehingga memaksa pemerintah melakukan penyesuaian harga energi domestik yang berdampak pada lonjakan inflasi.

“Tahun 2005 terjadi krisis minyak di mana harga minyak bisa naik 140 dolar, ada waktu itu penyesuaian harga sehingga inflasinya bisa naik 27 persen,” kata Airlangga.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang lebih baik dibandingkan periode krisis terdahulu. Menurut Airlangga, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi sejak awal tahun masih berada pada level yang relatif terkendali dan belum menimbulkan tekanan sebesar krisis sebelumnya.

Baca Juga  PKS Resmi Rotasi Ketua DPRD DKI, Suhud Aliyudin Gantikan Khoirudin

“Jadi jauh lebih rendah kasus sebelumnya dan dari situ belajar bagaimana mengantisipasi dan bagaimana diperlukan untuk menghadapi situasi-situasi ke depan,” ujarnya.

Selain menyerap pengalaman masa lalu, Presiden Prabowo juga meminta jajaran ekonomi kabinet untuk terus memperkuat pengawasan terhadap sektor keuangan nasional. Pemerintah diminta memastikan regulasi yang ada mampu menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat ketahanan industri perbankan.

“Bapak Presiden meminta kami beserta Menkeu memonitor bagaimana regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan menjaga prudensial dari perbankan kita,” kata Airlangga.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan telah mencatat berbagai masukan yang disampaikan para mantan Gubernur BI. Menurutnya, seluruh pengalaman tersebut akan dipelajari secara mendalam sebagai bahan penyusunan langkah antisipatif pemerintah menghadapi kemungkinan krisis di masa mendatang.

Baca Juga : Pemerintah Perketat Aturan Devisa Hasil Ekspor, Wajibkan Penempatan Dana di Dalam Negeri

“Dia sharing pengetahuan gimana waktu mengalami ada krisis 2007-2008 dan sebelum-sebelumnya. Itu saja kita pelajari, masukan dari mereka apa. Saya sudah catat, saya diperintahkan untuk mempelajari, ya kita pelajari,” ujar Purbaya.

Pertemuan tersebut menegaskan langkah pemerintah untuk mengedepankan pengalaman dan pembelajaran sejarah ekonomi dalam merumuskan kebijakan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi tantangan global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *