Silaturahmi Nasional Gema Desa: Ribuan Mantan Kades Bertemu, UMKM Desa Jadi Sorotan

  • Bagikan

Nusawarta.id, Solo – Ribuan mantan kepala desa dari 23 provinsi berkumpul dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan peringatan HUT Ke-17 Gerakan Membangun Desa (Gema Desa), yang digelar di pelataran parkir Stadion Manahan Solo, Jumat-Sabtu (31/1-1/2/2025). Acara ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria, serta tokoh nasional Hashim Djojohadikusumo.

Mengusung tema “Gemah Ripah Loh Jinawi”, Silatnas ini dimeriahkan dengan pameran produk UMKM dari 66 desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Acara resmi dibuka pada Jumat siang oleh Ketua Gema Desa, Sobari, dan Ketua Panitia Hari Jadi Ke-17 Gema Desa, Waryoto.

Sobari menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan UMKM. Menurutnya, banyak usaha kecil di desa yang masih menghadapi berbagai kendala, seperti fluktuasi harga bahan baku serta terbatasnya akses pemasaran. “Selama ini, UMKM di desa masih butuh perhatian agar bisa bersaing. Jika diberdayakan dengan baik, sektor ini bisa menjadi kunci pengentasan kemiskinan,” ujar Sobari.

Ia juga menyoroti perlunya peran lebih besar dari pemerintah dalam memastikan harga bahan pokok yang stabil serta membantu UMKM desa dalam aspek produksi dan distribusi. Dengan ribuan pelaku UMKM yang tergabung dalam Gema Desa, ia optimistis bahwa dukungan yang tepat akan mempercepat pertumbuhan ekonomi desa.

Ketua Panitia Waryoto menambahkan bahwa fokus pada UMKM sejalan dengan program pemerintahan Presiden Prabowo, yang telah membentuk Kementerian Koperasi dan UKM sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekonomi rakyat. “UMKM menjadi prioritas utama, dan ini saatnya kita dorong agar desa bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Silatnas Gema Desa diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat desa dalam membangun ekonomi berbasis UMKM. Dengan adanya perhatian lebih terhadap sektor ini, desa-desa di Indonesia diharapkan dapat tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang lebih mandiri dan berdaya saing. (San/Red)

Baca Juga  Memanas! Bahlil Respon Dasco soal Polemik Peniadaan Pengecer Gas LPG 3 Kg: Akui Ada Kesalahan!

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *