Nusawarta.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjanjikan uang tunai sebesar US$5.000 atau sekitar Rp87,5 juta kepada setiap warga dewasa jika Partai Republik mampu mempertahankan kendali atas DPR dan Senat dalam pemilu sela November mendatang.
Janji tersebut disampaikan Trump saat menghadiri konvensi Partai Republik di Dallas, Texas, Rabu (9/9/2026) waktu setempat. Di hadapan para pendukungnya, Trump menyebut kondisi ekonomi AS memungkinkan pemerintah merealisasikan pembagian uang tersebut.
“Jika Partai Republik menang, Anda menang bersama kami, dan Anda mendapatkan US$5.000,” kata Trump dalam pidatonya yang berlangsung hampir dua jam.
Pernyataan itu langsung menuai sorotan karena disampaikan saat Partai Republik tengah berupaya mempertahankan mayoritas di Kongres. Sejumlah pihak mempertanyakan aspek etika politik dari janji pemberian uang tunai yang disampaikan menjelang pemilu.
Baca Juga : Kemenkeu Gunakan AI untuk Deteksi Kebocoran Pajak dan Royalti
Dalam pidatonya, Trump juga mengklaim masa jabatan keduanya sebagai salah satu periode paling sukses dalam sejarah kepresidenan AS, terutama dari sisi ekonomi. Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti konkret.
Trump justru banyak menyerang Partai Demokrat dengan menyebut rival politiknya sebagai kelompok komunis radikal. Ia juga membela kebijakan perang AS dengan Iran yang disebut tidak populer di tengah masyarakat.
Di sisi lain, tingkat kepuasan publik terhadap Trump dilaporkan berada di kisaran 38 persen. Kondisi tersebut turut membuat sejumlah kandidat Partai Republik di daerah pemilihan yang ketat memilih tidak menghadiri konvensi untuk menghindari dampak negatif dari popularitas Trump.
Trump juga mengakui posisi Partai Republik menghadapi ancaman kehilangan kendali atas DPR. Karena itu, ia meminta pendukungnya menjadikan pemilu sela sebagai pertarungan yang seolah-olah mencantumkan namanya dalam surat suara.
“Kita sedang memiliki sesuatu yang sangat bagus. Jadi saya meminta Anda berpura-pura bahwa saya ada di surat suara,” ujar Trump.
Baca Juga : Menkeu Purbaya Bantah Anggaran Buka Rekening Rp11 Triliun
Konvensi Partai Republik tersebut juga dikemas dengan nuansa hiburan. Trump menghadirkan dua petarung UFC, Bo Nickal dan Justin “The Highlight” Gaethje, ke atas panggung dan memperkenalkan keduanya kepada para pendukung.
Selain isu ekonomi, Partai Republik turut mengandalkan isu perang budaya, termasuk kebijakan terkait hak-hak kelompok transgender, untuk menggalang dukungan menghadapi pemilu sela November.













Respon (5)