Silaturahmi Perguruan Jasa Datu di Tawia Pererat Persaudaraan dan Lestarikan Budaya

  • Bagikan

Nusawarta.id, Angkinang Pendekar dari berbagai aliran bela diri yang bernaung di bawah induk Perguruan Jasa Datu mengikuti kegiatan silaturahmi dan latihan bersama di Desa Tawia, Kecamatan Angkinang (14/05/2025). Kegiatan ini diprakarsai oleh Perguruan Rajawali sebagai tuan rumah, diikuti oleh Pancar Lima dari Jambu, Macan Putih dari Rantau, Hasyim Harimau dari Rantauan, Putra Amandit, serta sejumlah perguruan lain yang turut meramaikan acara.

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antarperguruan, sekaligus memperkenalkan kembali seni bela diri tradisional kepada masyarakat luas. Sejumlah atraksi jurus khas ditampilkan dengan penuh semangat, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang masih hidup dan dijaga bersama.
Warga Desa Tawia Menyaksikan dengan antusias penampilan jurus dari para pendekar di halaman desa (Foto: Syairi/Nusawarta.id)
Guru Asmuni dari Perguruan Singa Mas menyampaikan bahwa silaturahmi ini penting untuk menarik minat masyarakat terhadap bela diri khas daerah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menarik minat masyarakat supaya tertarik dan dapat melestarikan budaya daerah,” ujarnya.
Husein dari Perguruan Rajawali menambahkan harapannya terhadap generasi muda yang ikut berlatih dalam kegiatan ini.
“Mudah-mudahan anak-anak yang belajar dapat keterampilan dan juga bisa membela diri dan melestarikan budaya daerah, dan juga jangan sampai hilang,” tutur Husein.
Kepala Desa Tawia, Rudy Hartono, mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan bahwa pihak desa siap menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda mingguan.
“Kami menyambut baik silaturahmi ini dan berencana menjadikannya agenda mingguan sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda dan pelestarian budaya,” kata Rudy.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, yang menandai semangat kebersamaan antarperguruan serta tekad untuk terus menjaga warisan luhur para datu. (Syairi/Red)
Baca Juga  Empat Komunitas Adat Resmi Diakui, Pemkab HSS Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Leluhur
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *