Membangun Ekonomi Berbasis Jamaah, Muhammadiyah Kangean Resmikan TokoMuka

  • Bagikan

Nusawarta.id, Sumenep Muhammadiyah terus membuktikan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui langkah konkret di berbagai daerah. Salah satunya adalah peresmian Toko Muhammadiyah Kangean (TokoMuka) yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Arjasa, Kangean, Sumenep, Madura pada Sabtu (23/2/2025). Toko ini diharapkan menjadi pusat ekonomi umat berbasis jamaah yang tidak hanya melayani kebutuhan warga Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat luas di Pulau Kangean.

Sejak didirikan lebih dari satu abad yang lalu, Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi Islam yang tidak hanya berfokus pada dakwah dan pendidikan, tetapi juga aktif dalam penguatan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Di berbagai daerah, Muhammadiyah telah mendirikan lembaga keuangan mikro, koperasi, serta usaha berbasis jamaah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Kangean, PCM Arjasa telah lama menjadi pelopor dalam bidang pendidikan dan sosial. Sejak tahun 1975, Muhammadiyah telah mendirikan berbagai lembaga pendidikan, mulai dari PAUD hingga sekolah menengah atas, yang semuanya diminati oleh masyarakat setempat. Selain itu, PCM Arjasa juga memiliki 11 ranting dengan masjid dan mushalla, serta lima ranting yang mengelola Madrasah Diniyah Muhammadiyah, menjadikannya sebagai salah satu cabang Muhammadiyah yang paling berkembang di Madura.

Langkah strategis terbaru Muhammadiyah di Kangean adalah mendirikan TokoMuka, yang bertujuan untuk memperkuat perekonomian umat dengan prinsip ekonomi Islam dan kemandirian jamaah.

Peresmian TokoMuka berlangsung dengan penuh khidmat, dihadiri oleh pimpinan Muhammadiyah berbagai tingkatan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Hadir dalam acara ini Ketua PCM Arjasa Abu Hurairah, SH., S.HI., Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Arjasa, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA), serta para pengurus ranting Muhammadiyah di Kangean.

Baca Juga  Inovasi LTN NU Jatim: Membangun Literasi dan Dakwah Digital Berbasis Aswaja

Dalam sambutannya, Abu Hurairah menegaskan bahwa keberadaan Toko Muhammadiyah ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat.

“Ini adalah langkah besar dalam mewujudkan ekonomi berbasis jamaah. Kami berharap toko ini berkembang, tidak hanya melayani warga Muhammadiyah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi cabang-cabang lain,” ujarnya.

Acara peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita dan doa bersama. Setelah itu, para tamu undangan diajak untuk melihat langsung isi toko yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok, perlengkapan ibadah, serta produk-produk lokal hasil usaha warga Muhammadiyah.

Penanggung jawab TokoMuka, Aisyah Amani, S.M menyampaikan bahwa Muhammadiyah tidak hanya bergerak di bidang pendidikan dan sosial, tetapi juga ekonomi.

“Ini adalah bukti nyata bahwa Muhammadiyah hadir untuk kesejahteraan umat. Kita perlu memberdayakan warga Muhammadiyah di Kangean agar memiliki kemandirian ekonomi. Banyak warga yang memiliki keterampilan, maka kita perlu menyediakan wadah bagi mereka,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan toko ini juga bertujuan untuk memperkuat organisasi, sehingga Muhammadiyah bisa mandiri dalam mengelola kegiatan tanpa bergantung pada bantuan dari luar.

“Ketika ada acara, kita bisa mandiri tanpa terlalu banyak menyebarkan proposal keluar Ortom dan AUM kita. Semoga dengan berdirinya TokoMuka ini, perekonomian Muhammadiyah di Kangean semakin berkembang,” tambahnya.

Inisiator berdirinya TokoMuka, Moh Ihsan, S.Pd., menegaskan bahwa pendirian toko ini merupakan upaya Muhammadiyah dalam memperkuat pilar ketiga setelah pendidikan dan dakwah.

“Ekonomi adalah pilar ketiga setelah pendidikan dan dakwah. Jika kita ingin Muhammadiyah semakin kuat, maka ekonomi umat harus kita perhatikan. TokoMuka adalah langkah awal agar warga Muhammadiyah Kangean bisa saling mendukung dan semakin berdaya,” ungkapnya.

TokoMuka juga diharapkan dapat menjadi model usaha berbasis jamaah yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan sosial. Ke depan, usaha ini tidak hanya akan berhenti pada sektor perdagangan, tetapi juga akan mengembangkan unit usaha lain, termasuk koperasi dan pengembangan UMKM berbasis komunitas Muhammadiyah.

Baca Juga  Kenaikan PPN 12 Persen Dikecam, GMNI Kendari Desak Pemda Sultra Selamatkan Petani dan Rakyat Kecil

“Kami ingin usaha ini berkembang, tidak hanya menjual kebutuhan pokok tetapi juga mendukung produk-produk lokal dan hasil usaha warga Muhammadiyah. Dengan demikian, kita bisa menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan saling mendukung,” jelas Ihsan.

Penguatan ekonomi umat yang dilakukan Muhammadiyah di berbagai daerah, termasuk di Kangean, merupakan bagian dari visi besar organisasi ini dalam membangun kesejahteraan sosial yang berkeadilan. Dalam berbagai kesempatan, Muhammadiyah menekankan bahwa ekonomi adalah salah satu faktor utama dalam keberlanjutan dakwah dan pengembangan sosial.

Namun, tantangan ke depan masih cukup besar, terutama dalam membangun kesadaran kolektif warga Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam ekonomi berbasis jamaah. Selain itu, Muhammadiyah juga harus terus berinovasi dalam menciptakan model bisnis yang kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Sebagai organisasi yang telah berdiri lebih dari satu abad, Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam membangun jejaring sosial dan ekonomi. Dengan semangat kebersamaan dan kemandirian, diharapkan berbagai inisiatif ekonomi seperti TokoMuka di Kangean dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.

“Ke depan, kami ingin TokoMuka tidak hanya menjadi toko biasa, tetapi berkembang menjadi pusat ekonomi umat. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa membangun ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya,” tutup Ihsan dengan optimisme.

Dengan diresmikannya Toko Muhammadiyah Kangean (TokoMuka), Muhammadiyah semakin menegaskan peran strategisnya dalam membangun ekonomi umat dan kesejahteraan sosial. Keberadaan toko ini bukan hanya sekadar tempat berjualan, tetapi juga menjadi simbol kemandirian dan kebersamaan dalam mengembangkan usaha berbasis nilai-nilai Islam.

Ke depan, Muhammadiyah diharapkan dapat terus memperkuat sektor ekonomi sebagai bagian dari gerakan dakwah yang lebih luas. Semoga langkah ini menjadi awal bagi kebangkitan ekonomi umat yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Syaf/Red)

Baca Juga  Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial, KAHMI dan HMI Jakarta Barat Gelar Buka Puasa Bersama

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *