Peringati Hari Desa Nasional, PPKD Masalili Sosialisasi Pilkades Bersih dan Berbudaya

  • Bagikan
sosialisasi-pilkades-ppkd-masalili
Spanduk sosialisasi Pilkades Antar Waktu yang bersih dan berbudaya (dok. istimewa)

Nusawarta.id, Muna Dalam rangka memperingati perayaan Hari Desa Nasional tahun 2026, Panitia Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Desa Masalili (PPKD Masalili) melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bersih dan berbudaya.

Sosialisasi Pilkades Antar Waktu yang bersih dan berbudaya untuk masyarakat terutama tokoh perwakilan itu ditandai dengan pemasangan spanduk pada beberapa titik di Desa Masalili, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Jum’at (16/1/2025).

Adapun isi pesan pada spanduk sebagai berikut:

Suano so inodia, maka so intaidiimu (bukan untuk saya, tetapi untuk kita)

Suano so gholeitua, maka so naewise itu (bukan untuk hari ini, tetapi untuk di kemudian hari)

Koe ghondo doinoa, maka ghondo diuno (jangan lihat uangnya, tetapi lihat peranggainya)

Sonso deki fekirino, maka fongkora mieno (Dalami dulu jalan pikirannya, lalu kemudian pilih orangnya)

Tulisan pada spanduk tersebut menyampaikan pesan filosofis berbudaya yang mengajak masyarakat desa untuk mengedepankan kepentingan umum dan memilih pemimpin yang tepat bagi desa.

Baca juga: PPKD Masalili Resmi Umumkan Hasil Verifikasi Berkas Bakal Calon Kades Antar Waktu

Selain turut merayakan Hari Desa Nasional, Ketua PPKD Masalili, Rahmat Hidayat dalam keterangannya mengatakan bahwa pemilihan pemimpin bagi desa, akan menentukan kondisi kehidupan masyarakat desa kedepannya.

Sehingga PPKD Masalili memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat agar mempelajari dan mengamati setiap figur bakal calon kepala desa sebelum memutuskan untuk memilih.

“Melalui peringatan Hari Desa Nasional ini, semoga Pilkades Antar Waktu menjadi proses yang bersih dan berbudaya, serta dapat menjadi momentum bagi masyarakat terutama bagi tokoh perwakilan untuk mempelajari lebih banyak bagaimana memilah dan memilih pemimpin yang tepat dan dapat menjaga kepentingan bersama kedepannya,” kata Rahmat.

Baca Juga  Pengurus Baru Dekranasda HSS Resmi Dikukuhkan, Siap Majukan Kerajinan Lokal dan UMKM

Selain itu, ia juga mewanti-wanti terkait bahayanya politik uang atau money politic dalam pelaksanaan Pilkades Antar Waktu yang sedang berlangsung.

Baca juga: Sinergi PPKD Masalili dan Polsek Kontunaga Sukseskan Pilkades Antar Waktu

Menurutnya, money politic tidak hanya merusak proses demokrasi di desa, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial hingga tata kelola pemerintah desa kedepannya. Sehingga pihaknya pun meminta agar masyarakat turut mengawasi bila terjadi hal demikian.

“Kami berupaya agar sebisa mungkin tidak boleh sampai ada money politic dalam proses Pilkades Antar Waktu ini. Masyarakat diharapkan dapat turut mengambil peran untuk melaporkan pada kami bila hal itu terjadi,” pungkasnya. (Dyt/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *