Nusawarta.id, Kandangan — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kandangan, Nor Akmalia menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto merupakan keputusan yang perlu dilihat sebagai bagian dari proses penghormatan terhadap tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Indonesia (20/11/2025).
Ia menyampaikan bahwa penetapan gelar kehormatan ini diyakini lahir dari proses akademis, historis, serta penilaian komprehensif terhadap perjalanan pembangunan bangsa. Menurutnya, berbagai program yang pernah dijalankan pada masa pemerintahan Soeharto telah memberi dampak luas dan jangka panjang terhadap perkembangan Indonesia sebagai negara berkembang.
Nor Akmalia menjelaskan bahwa Soeharto telah membangun fondasi penting melalui peningkatan stabilitas nasional, pelaksanaan pembangunan daerah, penguatan sistem pendidikan dasar, dan percepatan pemerataan pembangunan hingga wilayah-wilayah terpencil. Baginya, rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sosok Soeharto dinilai layak memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dukungan ini juga harus menjadi pengingat agar pemerintah tetap menjunjung tinggi transparansi dan akurasi dalam menganugerahkan gelar kehormatan. Proses penilaian diharapkan melibatkan sejarawan, akademisi, hingga unsur masyarakat agar keputusan tidak terkesan politis dan tetap berdasar pada kepentingan bangsa.
Di akhir penyampaiannya, Nor Akmalia berharap penganugerahan gelar ini dapat menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan, demokrasi, pemerataan kesejahteraan, serta perhatian terhadap masyarakat adat, minoritas, dan seluruh wilayah tertinggal. Ia meyakini bahwa menghormati jasa para tokoh bangsa juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan sejarah dan inspirasi bagi generasi muda, sehingga bangsa ini mampu melangkah maju dengan pemahaman sejarah yang objektif dan inklusif. (Syairi/Red)












