Anggota DPR Minta Pemerintah Percepat Penyediaan Obat dan Peralatan Medis bagi Pengungsi Banjir dan Longsor di Sumatera

  • Bagikan
Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina. (Foto: Humas DPR RI/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menekankan pentingnya pemerintah memastikan ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis bagi pengungsi yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami menerima laporan dari lapangan bahwa posko-posko kesehatan kekurangan obat diare, antibiotik, obat untuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), vitamin, serta peralatan medis dasar seperti perban, masker, dan alat pemeriksaan. Semua ini harus segera dipenuhi,” ujar Arzeti di Jakarta, Kamis (4/12).

Politisi Partai NasDem ini menegaskan bahwa penanganan kesehatan pasca-bencana tidak boleh ditunda karena menyangkut keselamatan nyawa manusia. Menurutnya, koordinasi cepat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan setempat mutlak diperlukan.

“Kesehatan para pengungsi harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Arzeti juga meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mempercepat pengiriman tenaga kesehatan tambahan serta peralatan medis ke lokasi pengungsian. Permintaan ini muncul menyusul memburuknya kondisi kesehatan para pengungsi.

Baca Juga : Komdigi Perkuat Komunikasi Bencana: 145 BTS Dipulihkan, 32 Starlink Diterjunkan ke Titik Isolasi Di Sumatra Barat

“Kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Banyak pengungsi mulai sakit dan membutuhkan penanganan medis segera. Kami mengapresiasi langkah cepat Kemenkes yang sudah bergerak di Sumatera Barat dan segera menuju Aceh. Namun, kami mendorong agar tim tenaga kesehatan ke wilayah terdampak lainnya segera diperkuat,” ujar Arzeti.

Menurut dia, berbagai penyakit mulai muncul di lokasi pengungsian akibat lingkungan yang tidak higienis, keterbatasan air bersih, dan kepadatan tempat tinggal sementara. Beberapa penyakit yang dilaporkan antara lain ISPA, diare, penyakit kulit, demam, dan flu. Kondisi ini sangat berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Baca Juga  Komisi II DPR Bentuk Pansus Agraria, Kasus Sengketa Lahan Jusuf Kalla Jadi Sorotan Utama

Selain itu, Arzeti menekankan bahwa tenaga kesehatan yang ada di wilayah terdampak belum memadai untuk menangani lonjakan pasien, sementara fasilitas kesehatan dan akses menuju lokasi masih terbatas. “Penguatan layanan medis mendesak untuk segera dilakukan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menambah dukungan layanan dan logistik kesehatan di wilayah terdampak bencana. Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, mengatakan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah rapid health assessment untuk memetakan risiko dan kebutuhan mendesak.

Baca Juga : Menteri PU Percepat Pemulihan Konektivitas di Sumatera, Akses Darat Jadi Prioritas Utama

“Seluruh puskesmas dan rumah sakit disiagakan, termasuk penguatan layanan berjalan (mobile) dan pos kesehatan di lokasi pengungsian. Kami fokus pada layanan dasar, skrining, penanganan penyakit infeksi, serta pemantauan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia,” ujarnya.

Kemenkes juga melakukan koordinasi erat dengan dinas kesehatan daerah untuk memastikan kebutuhan kesehatan warga terpenuhi tanpa jeda, seiring dengan upaya percepatan bantuan bagi pengungsi yang terdampak bencana di Sumatera.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *