Nusawarta.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, serta sejumlah wilayah rawan lainnya dapat terbebas dari aksi tawuran sepanjang tahun 2026. Target tersebut dicanangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan rasa aman dan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan Pemprov DKI berkomitmen menekan angka tawuran hingga nol kasus melalui berbagai langkah pencegahan yang terintegrasi. Kawasan Manggarai menjadi salah satu fokus utama mengingat wilayah tersebut kerap menjadi lokasi bentrokan antarwarga.
“Kami targetkan kawasan Manggarai dan wilayah rawan lainnya bisa zero tawuran di tahun 2026 ini,” kata Chico Hakim, Senin (5/1/2026).
Menurut Chico, upaya tersebut tidak hanya mengandalkan penegakan hukum semata, tetapi juga dilakukan melalui kolaborasi lintas elemen yang tergabung dalam Satuan Tugas Jaga Jakarta. Satgas ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga warga setempat.
Baca Juga : Pemprov DKI Jakarta Mulai Audit Kelaikan Bangunan Serentak Januari 2026
Ia menekankan, pendekatan yang dilakukan bersifat humanis dan preventif, dengan mengedepankan deteksi dini terhadap potensi konflik, koordinasi cepat antarinstansi, serta tindakan yang terukur di lapangan. Dengan cara ini, pemerintah berharap potensi tawuran dapat dicegah sebelum berkembang menjadi bentrokan terbuka.
“Dengan kolaborasi lintas elemen dan pendekatan humanis, seperti informasi dini, koordinasi cepat, dan tindakan terukur, kami optimistis angka tawuran bisa ditekan secara signifikan,” ujarnya.
Terkait sanksi bagi pelaku tawuran, Chico menyebut hal tersebut belum menjadi fokus utama Pemprov DKI Jakarta. Termasuk di antaranya wacana pencabutan bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau Kartu Lansia Jakarta (KLJ).
Menurutnya, Pemprov akan lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan agar bantuan sosial tetap tepat sasaran dan tidak merugikan pihak yang tidak terlibat. Untuk itu, koordinasi dengan Dinas Sosial serta DPRD DKI Jakarta akan terus dilakukan.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan DPRD agar penyaluran bantuan tetap tepat sasaran. Jangan sampai keluarga yang membutuhkan justru terdampak akibat ulah segelintir oknum,” jelasnya.
Sebagai informasi, aksi tawuran antarwarga kembali terjadi di sekitar Terowongan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (2/1/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.
Baca Juga :
Berdasarkan keterangan warga, bentrokan bermula dari terdengarnya suara petasan dari arah Jalan Dr. Saharjo menuju Terowongan Manggarai. Sekitar 20 orang terlibat saling serang dengan melempar batu dan petasan di area terowongan.
Aksi tawuran tersebut berhasil dibubarkan oleh aparat kepolisian sekitar pukul 16.10 WIB. Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Pemprov DKI Jakarta berharap, dengan penguatan peran masyarakat serta sinergi lintas instansi, kejadian serupa tidak kembali terulang dan kawasan Manggarai dapat benar-benar terbebas dari aksi tawuran ke depannya.












