Nusawarta.id, Makassar – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kemasan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berukuran 2 kilogram (kg) saat ini masih berada pada tahap desain. Pemerintah menargetkan kemasan tersebut segera rampung agar distribusi beras dengan ukuran lebih kecil dapat segera dilakukan kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq.
Amran menjelaskan, penyaluran beras SPHP sebenarnya sudah berjalan dengan kemasan 5 kg. Sementara itu, kemasan yang lebih kecil, yakni 2 kg, sedang dipersiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Beras SPHP kemasan 5 kg sudah disalurkan sekarang. Yang beras kemasan lebih kecil, 2 kg, masih dalam tahap desain dan akan segera diselesaikan,” ujar Amran.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat proses finalisasi kemasan tersebut. Menurutnya, setelah desain rampung, persetujuan akan langsung diberikan tanpa menunggu waktu lama.
“Begitu selesai langsung saya tanda tangan. Kalau hari ini selesai, hari ini juga saya tanda tangan,” katanya.
Amran menambahkan, langkah menghadirkan kemasan lebih kecil merupakan bagian dari upaya pemerintah merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Terkait harga, Amran memastikan beras SPHP kemasan 2 kg nantinya tetap dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram, sama seperti kemasan lainnya. Dengan demikian, masyarakat tidak akan menghadapi perbedaan harga meskipun ukuran kemasan lebih kecil.
Selain itu, ia memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk mendukung program SPHP sepanjang tahun 2026.
“Yang jelas bantuan pangan sudah kami salurkan. Beras tersedia cukup, tinggal pengaturan kemasan saja,” tuturnya.
Menurut Amran, pengadaan kemasan kecil tersebut juga didasarkan pada aspirasi masyarakat, khususnya kelompok pekerja harian yang membutuhkan pembelian beras dalam jumlah lebih sedikit.
“Ini permintaan masyarakat, bukan dari Bulog atau Badan Pangan Nasional. Kalau rakyat butuh, kita harus hadir. Ada buruh harian dan berbagai kelompok yang membutuhkan kemasan kecil,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani sebelumnya menyampaikan bahwa penyaluran beras SPHP akan dilakukan sepanjang 2026 dengan target mencapai 828 ribu ton. Program tersebut bertujuan menjaga ketersediaan beras sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen.
Baca Juga : Mentan Amran Ancam Cabut Izin Produsen dan Importir Nakal Jelang Ramadan
Menurut Rizal, penugasan penyaluran tersebut mengacu pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026.
“Total beras SPHP tahun ini yang harus disalurkan mencapai 828 ribu ton,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran dilakukan langsung oleh Bulog ke pasar-pasar rakyat agar harga beras tetap terkendali dan mudah dijangkau masyarakat. Saat ini beras SPHP yang beredar dikemas dalam ukuran 5 kg dengan kualitas beras medium, tingkat pecahan sekitar 25 persen dan kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah.
Ke depan, kemasan 2 kg diharapkan segera menyusul setelah tahap desain selesai sehingga pilihan pembelian beras bagi masyarakat menjadi lebih fleksibel.












