Nusawarta.id, Kandangan – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian nilai-nilai keagamaan sekaligus menghormati jasa para ulama yang telah berperan besar dalam menyebarkan syiar Islam di daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) HSS, Drs. H. Muhammad Noor, M.AP., yang mewakili Bupati HSS H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., pada peringatan Haul ke-41 Almarhum Tuan Guru H. Kaderi bin H. Taris atau H. Tukad.
Kegiatan haul digelar di alkah (kompleks makam) Almarhum Tuan Guru H. Kaderi bin H. Taris di Desa Longawang, Kecamatan Telaga Langsat, Minggu (12/7/2026), dan berlangsung dengan khidmat. Acara dihadiri para habaib, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah dari berbagai daerah yang datang untuk mendoakan sekaligus mengenang perjuangan dan keteladanan ulama kharismatik tersebut.
Dalam sambutannya, Sekda HSS menyampaikan salam serta pesan dari Bupati H. Syafrudin Noor kepada seluruh jamaah yang hadir. Ia mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten HSS sehingga dapat berhadir dalam kegiatan yang sarat makna tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan sehingga kami dapat hadir pada acara haul yang penuh berkah ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, dan ampunan kepada kita semua, serta menerima segala amal ibadah Almarhum Tuan Guru H. Kaderi bin H. Taris dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Muhammad Noor.
Ia menegaskan, bagi masyarakat Hulu Sungai Selatan, haul bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenang perjuangan para ulama yang telah mengabdikan hidupnya dalam menyebarkan ajaran Islam, membimbing umat, serta menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Menurutnya, para ulama telah meninggalkan warisan yang sangat berharga berupa ilmu pengetahuan, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan yang harus terus dijaga oleh generasi penerus. Karena itu, peringatan haul menjadi sarana untuk meneladani semangat para ulama dalam menuntut ilmu, mengajarkan kebaikan, hidup sederhana, ikhlas dalam beramal, peduli terhadap sesama, serta mencintai agama.
Sekda juga berharap nilai-nilai luhur yang diwariskan Almarhum Tuan Guru H. Kaderi bin H. Taris terus diamalkan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak mulia.
Selain menjadi ajang mengenang jasa ulama, kegiatan haul dinilai mampu mempererat tali silaturahmi, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten HSS berharap tradisi keagamaan seperti ini terus dilestarikan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Rangkaian Haul ke-41 diawali dengan lantunan syair Habsyi, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, manaqib, tausiah agama yang disampaikan oleh TGH. Ahmad Syairazi selaku Pimpinan Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, doa bersama, hingga silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat.
Suasana religius yang menyelimuti pelaksanaan haul mencerminkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap sosok Almarhum Tuan Guru H. Kaderi bin H. Taris. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai ulama yang istiqamah dalam berdakwah, sederhana dalam kehidupan, serta menjadi panutan dalam membimbing umat.
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap semangat perjuangan, keikhlasan, dan keteladanan para ulama terus menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan dan kerukunan, serta bersama-sama mewujudkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang religius, harmonis, maju, sejahtera, dan penuh keberkahan.












