Nusawarta.id, Kandangan – Tahapan Pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) 2026 Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus berlanjut. Memasuki fase pembekalan lapangan, sebanyak 10 finalis mengikuti kunjungan edukatif ke Kawasan Konservasi Bekantan milik PT Antang Gunung Meratus (PT AGM) di Kecamatan Tatakan, Kabupaten Tapin, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten HSS tersebut menjadi bagian dari upaya membekali para finalis dengan pengetahuan serta pengalaman langsung mengenai pelestarian lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati.
Perjalanan dimulai dari Kantor Disporapar HSS menuju kawasan konservasi. Sebelum memasuki lokasi, seluruh peserta terlebih dahulu menerima pengarahan terkait prosedur kunjungan, tata tertib, serta aspek keselamatan yang harus dipatuhi selama berada di kawasan konservasi.
Sesampainya di lokasi, para finalis memperoleh materi mengenai bekantan, satwa endemik Pulau Kalimantan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui pembekalan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya perlindungan habitat alami serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian satwa liar.
Tak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, para finalis juga terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon mangga kasturi. Kegiatan ini menjadi bentuk edukasi berbasis praktik yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap penghijauan sekaligus menjaga keseimbangan alam.
Kepala Bidang pada Disporapar Kabupaten HSS, Syakhril Anwar, S.Sos., M.AP., mengatakan pembekalan lapangan tersebut dirancang untuk memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati yang dimiliki Kalimantan Selatan.
“Melalui kunjungan dan penanaman pohon ini, kami berharap para finalis Pemilihan Duta Pepelingasih HSS 2026 dapat semakin memahami tanggung jawabnya sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Menurut Syakhril, Duta Pepelingasih tidak hanya dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan penampilan yang baik, tetapi juga harus memahami persoalan lingkungan serta mampu mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap upaya pelestarian alam.
Karena itu, rangkaian pembekalan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung di lapangan agar para finalis memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konservasi lingkungan.
Kunjungan edukatif ke Kawasan Konservasi Bekantan PT AGM menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi Duta Pepelingasih HSS 2026. Melalui kegiatan tersebut, para finalis diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam berbagai kegiatan sosial maupun kampanye lingkungan di tengah masyarakat.
Disporapar HSS berharap seluruh peserta nantinya dapat menjadi generasi muda yang aktif mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan keanekaragaman hayati, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam agar tetap asri, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.












