Nusawarta.id, Tanah Bumbu — Ruang kreatif baru bagi komunitas literasi dan pegiat kreatif resmi hadir di Kabupaten Tanah Bumbu. Kantor Rumah Pena diresmikan dalam sebuah acara sederhana namun penuh kehangatan yang dihadiri sejumlah pegiat literasi, komunitas kreatif, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, tokoh muda yang akrab disapa Bang Arul menyampaikan apresiasi atas hadirnya Rumah Pena sebagai wadah baru bagi masyarakat untuk mengembangkan ide, kreativitas, dan gerakan literasi. Ia menilai keberadaan ruang kreatif seperti Rumah Pena memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurutnya, gerakan literasi tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang memiliki daya pikir kritis, kreatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
“Literasi adalah kunci dalam membangun masyarakat yang maju. Bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi bagaimana membentuk pola pikir yang kritis, kreatif, dan produktif,” ujar Bang Arul dalam sambutannya.
Baca Juga : Komisi III DPRD Tanah Bumbu Pelajari Strategi Penanganan Konflik Buruh di Banjar
Ia juga mendorong pengurus Rumah Pena untuk terus menghadirkan berbagai program kreatif yang mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berdaya saing.
Bang Arul berharap Rumah Pena dapat menjadi “rumah besar” bagi berbagai komunitas kreatif di Tanah Bumbu. Menurutnya, ruang kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan agar para pegiat literasi, penulis, jurnalis, hingga komunitas kreatif lainnya dapat saling bertemu, bertukar gagasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Peresmian kantor tersebut dirangkai dengan kegiatan syukuran sederhana yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh kebersamaan. Acara digelar dengan konsep lesehan yang menghadirkan nuansa kekeluargaan di antara para tamu undangan yang hadir.
Sementara itu, Ketua Rumah Pena Andrianto Mokodompit menyampaikan harapannya agar kantor baru ini dapat menjadi pusat kegiatan literasi sekaligus ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas kreatif di Tanah Bumbu.
“Rumah Pena diharapkan menjadi rumah besar bagi komunitas kreatif, tempat bertemu, berdiskusi, dan melahirkan berbagai gagasan serta karya,” kata Andrianto.
Baca Juga : Belajar Tata Kelola Anggaran, Banggar DPRD Tanah Bumbu Studi Banding ke Balikpapan
Rangkaian acara peresmian juga diisi dengan diskusi literasi bertajuk “Beraksi Menjaga Narasi” yang menghadirkan Puja Mandela sebagai moderator. Diskusi tersebut membahas pentingnya menjaga narasi positif di tengah derasnya arus informasi di era digital.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh peserta, serta salat magrib berjemaah. Momen tersebut semakin mempererat kebersamaan sekaligus menegaskan semangat kolaborasi yang ingin dibangun melalui kehadiran Rumah Pena di Tanah Bumbu.












