Nusawarta.id, Banjarmasin — Tradisi adat budaya kembali dihidupkan melalui pelaksanaan Tasyakuran Bamandi-Mandi Manujuh Bulanan (Mandi Baya) yang digelar oleh pasangan Desy Oktavia Sari dan H. Rahman Muhidin di Taman Nurul Muhibbin, Banjarmasin, Senin (18/08/2025).
Acara sakral ini dilaksanakan dalam rangka menyambut kehamilan anak pertama pasangan tersebut. Desy Oktavia Sari merupakan putri dari Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Syafrudin Noor, dan Hj. Tata Syafrudin Noor. Sementara suaminya, H. Rahman Muhidin, adalah putra dari Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dan Hj. Fathul Jannah Muhidin.
Tradisi Mandi Baya biasanya dilakukan pada kehamilan anak dengan hitungan ganjil, seperti anak pertama, ketiga, atau kelima. Dalam prosesi ini, air yang digunakan untuk siraman terlebih dahulu didoakan dengan bacaan doa selamat, doa halarat, doa kiparat, doa panjang umur, serta ditambahkan dengan air doa Surat Yasin.
Suasana tasyakuran berlangsung khidmat, penuh kekhusyukan, sekaligus hangat dalam kebersamaan. Tradisi ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur atas amanah kehamilan, tetapi juga sarana menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun.
Secara makna, prosesi mandi tujuh bulanan dimaksudkan agar proses persalinan dapat berjalan lancar, ibu dan bayi senantiasa diberi keselamatan, serta sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas karunia kehidupan baru yang akan segera hadir.(Syairi/Red)












