Bamsoet: Idul Fitri, Momen Kebersamaan dalam Keberagaman

  • Bagikan

Nusawarta.id, Jakarta Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menegaskan bahwa Hari Raya Idul Fitri merupakan kesempatan strategis untuk mempererat persaudaraan dan menyatukan perbedaan dalam keberagaman. Lebaran bukan hanya tentang kemenangan spiritual umat Islam, tetapi juga momentum bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk semakin menghargai perbedaan dan memperkuat kebersamaan dalam keberagaman.

“Idul Fitri bukan hanya hari kemenangan umat Islam, tetapi juga momen penting untuk mengukuhkan tali persaudaraan dan mempererat kebersamaan di tengah keberagaman bangsa. Di Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan keragaman suku, agama, dan budaya, momen Lebaran dimanfaatkan untuk saling memaafkan, berbagi, dan menyatukan perbedaan. Momentum inilah yang menjadi landasan kuat untuk membangun kerukunan dan kesatuan nasional,” ujar Bamsoet saat acara open house di Jakarta, Selasa (1/4/2025).

Sebagai Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20, Bamsoet menyoroti bahwa keberagaman bangsa Indonesia tampak dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bahasa, tradisi, dan kepercayaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa dan lebih dari 700 bahasa daerah. Di tengah perbedaan yang ada, Idul Fitri menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat melalui tradisi saling mengunjungi, berbagi makanan, serta memberikan ucapan selamat, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai.

Menurut Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini, tradisi silaturahmi selama Idul Fitri juga berperan besar dalam penguatan hubungan sosial. Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat bahwa 64,4% responden menganggap Idul Fitri sebagai momen yang dapat mempererat hubungan antaragama dan memperkuat harmoni sosial.

“Di banyak daerah, tradisi saling berkunjung tidak hanya dilakukan oleh sesama umat Muslim, tetapi juga melibatkan masyarakat dari agama lain. Hal ini mencerminkan semangat persatuan dan saling menghormati yang menjadi pilar dalam kehidupan berbangsa,” lanjut Bamsoet.

Baca Juga  Pengamat Nilai Yasonna Laoly sudah Koopreatif dan Tak Terlibat dalam Kasus HM

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya praktik berbagi selama Idul Fitri, seperti zakat fitrah yang memberikan dampak sosial bagi masyarakat kurang mampu. Data dari Lembaga Amil Zakat menunjukkan bahwa pada Idul Fitri tahun 2024, jumlah zakat yang dikumpulkan meningkat sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat semakin antusias dalam berbagi kebahagiaan tanpa memandang latar belakang penerima zakat.

“Tradisi berbagi ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menciptakan solidaritas yang semakin erat di tengah masyarakat. Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, Idul Fitri menjadi tonggak penting dalam membangun Indonesia yang lebih inklusif, harmonis, dan sejahtera,” tutup Bamsoet. (Faza/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *