Prabowo Sindir Pihak yang Gemar Mengkritik Tanpa Solusi dalam Peringatan HUT ke-61 Partai Golkar

  • Bagikan
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri HUT ke-61 Partai Golkar. (Foto: DPP Partai Golkar Official/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sindiran tajam kepada kelompok yang dinilainya hanya fokus mencari kesalahan pemerintah tanpa memberikan kontribusi konkret bagi kemajuan bangsa. Kritik tersebut dilontarkan Prabowo saat menyampaikan pidato pada puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta.

Di hadapan para tokoh dan ribuan kader Partai Golkar, Prabowo menyinggung keberadaan pihak-pihak yang menurutnya terlalu mudah mengeluarkan kritik, namun tidak memahami beratnya tugas pemerintah dalam mengelola negara sebesar Indonesia. Ia menilai sebagian pihak hanya menguasai retorika tanpa mampu menghadirkan solusi nyata.

“Orang-orang pintar yang bisa bicara, bicara, bicara, mencari kesalahan terus, mencari kesalahan, tidak bisa membuat jembatan, tidak bisa menciptakan lapangan kerja, tidak bisa menjamin beras ada, tidak bisa menjamin LPG, tidak bisa menjamin BBM ada, tidak bisa menjamin apa-apa,” tegas Prabowo saat pidato pada acara puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Menurut Presiden, kritik yang disampaikan secara berlebihan dan tanpa pemahaman mendalam acap kali berkembang menjadi bentuk ejekan yang justru melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun para pemimpinnya. Ia menyebut pola tersebut sebagai kebiasaan yang menghambat iklim politik yang sehat.

Baca Juga : Ada Aktivitas Pertambangan di Kawasan Hutan Rusak, ESDM Siapkan Evaluasi Besar-besaran”

“Selalu suka dengan menimbulkan ejekan-ejekan terhadap pemerintahannya sendiri, terhadap pemimpin-pemimpinnya sendiri,” ujarnya, menyoroti gaya kritik yang dianggap tidak konstruktif.

Prabowo kemudian mencontohkan isu yang sering diarahkan kepadanya, yakni kebijakan pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista). Ia menirukan komentar pihak yang mempertanyakan prioritas belanja pertahanan pemerintahannya.

“Untuk apa Prabowo beli alutsista banyak-banyak? Untuk apa?” tuturnya, meniru suara-suara sinis yang kerap muncul.

Baca Juga  DPR, BI, dan Pemerintah Sepakati Penguatan Koordinasi Fiskal-Moneter untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Meski menyatakan keprihatinan terhadap maraknya kritik bernada merendahkan, Prabowo menegaskan bahwa ia menghormati dinamika demokrasi. Menurutnya, ruang berbeda pendapat tetap harus dijaga selama berada dalam koridor yang bertanggung jawab dan tidak merusak kepercayaan publik.

“Saya kadang-kadang prihatin, saya sedih, selalu menimbulkan rasa tidak percaya, saudara-saudara. Tapi tidak ada masalah, biarlah, ini demokrasi. Silakan,” ucapnya.

Baca Juga : Mendagri Tito: Indonesia Siap Melompat Jadi Negara Maju di Era Paradigma Baru Global

Menutup pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi khusus kepada Partai Golkar yang ia nilai konsisten menjaga komitmen dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Mantan Menteri Pertahanan itu menggarisbawahi pentingnya kesetiaan dan stabilitas politik dalam memastikan keberlanjutan program pemerintah.

“Yang penting, saya terima kasih malam ini saya diundang oleh Partai Golongan Karya dalam acara saudara-saudara. Terima kasih saya diundang. Dalam hal ini saya mengatakan terima kasih atas kesetiaan Partai Golkar kepada koalisi yang saya pimpin,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *