Menteri Arifah Fauzi: Bencana Alam di Sumatera Jadi Momentum Refleksi Menjaga Lingkungan

  • Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menghadiri kegiatan doa bersama untuk korban bencana alam Sumatra di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta. (Foto: KemenPPPA/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Yogyakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera harus menjadi momentum refleksi bersama untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Bencana alam menjadi momentum refleksi bersama untuk menjaga lingkungan dan memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Kita diingatkan untuk menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memulai dari diri sendiri,” ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Arifah saat menghadiri doa bersama untuk para korban bencana alam di Sumatera yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, Arifah hadir bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Menurut Arifah, kegiatan doa bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga wujud empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana alam di berbagai daerah, khususnya di wilayah Sumatera. Ia menilai kepedulian sosial semacam ini penting untuk terus dirawat, terutama di tengah berbagai tantangan lingkungan dan kemanusiaan yang dihadapi bangsa.

Baca Juga : KemenPPPA Gelar Bakti Sosial Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Muara Angke

“Ini adalah momen penting untuk saling mengingatkan dan memperkuat kepedulian bersama. Mari kita doakan para korban bencana alam di Sumatera agar diberikan kekuatan dan ketabahan, serta bagi yang wafat semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Arifah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA juga menyoroti peran strategis pesantren dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing. Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan nilai-nilai moral yang kuat.

Baca Juga  Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Dikukuhkan sebagai Duta Posbankum Nasional

“Pendidikan di pesantren tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai moral. Seluruh proses kehidupan di pesantren, mulai dari disiplin waktu, hidup sederhana, hingga belajar saling menghargai merupakan pembelajaran hidup yang akan menjadi bekal penting di masa depan,” ujarnya.

Arifah pun mendorong para santri untuk memanfaatkan masa belajar di pesantren sebaik-baiknya. Ia meyakini bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan pesantren akan memberikan manfaat besar ketika para santri terjun ke masyarakat.

“Manfaatkan sebaik-baiknya proses ketika kalian berada di pesantren. Percayalah, manfaatnya akan terasa ketika kalian sudah lulus. Santri adalah masa depan bangsa yang memiliki kelebihan karena nilai-nilai agamanya. Tetap semangat, karena kalian adalah masa depan bangsa,” tutur Arifah Fauzi.

Baca Juga : Menteri PPPA Arifah Fauzi: Jangan Diam, Laporkan Setiap Kekerasan di Lingkungan Kampus

Pondok Pesantren Sunan Pandanaran sendiri merupakan salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pesantren ini berdiri sejak 1975 dan dikenal luas dengan penguatan pendidikan keagamaan, program penghafalan Al-Qur’an, serta pembentukan karakter santri yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan.

Selain mengintegrasikan pendidikan diniyah dan pendidikan formal, Pondok Pesantren Sunan Pandanaran juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta penguatan moderasi beragama. Dengan peran tersebut, pesantren ini menjadi salah satu pusat pembinaan generasi muda yang berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *