Nusawarta.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan sekaligus membuka Latihan Instruktur dan Kursus Pelatih II bagi anggota GP Ansor, Banser, dan Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (15/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan pentingnya penguatan sinergi antara aparat kepolisian dan organisasi kemasyarakatan, khususnya Nahdlatul Ulama (NU) beserta jajaran Banser dan Ansor, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia juga menekankan peran organisasi keagamaan dalam menyukseskan program-program pemerintah.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia kader NU, Banser, dan Ansor akan semakin meningkat, sehingga mampu menjaga stabilitas kamtibmas, mendukung program pemerintah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Sigit dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Baca Juga : Prabowo Perintahkan MBG Disajikan Hangat, SPPG Polri Perketat Standar Keamanan Pangan
Kapolri juga menekankan bahwa seluruh elemen bangsa harus bersatu padu, terutama di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama. Menurut Sigit, persatuan ini menjadi kekuatan utama Bangsa Indonesia, apalagi dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian. Situasi internasional yang tidak menentu berdampak pada kondisi domestik, sehingga sinergi dan kolaborasi antara seluruh elemen bangsa menjadi semakin krusial.
“Di tengah tekanan ekonomi global, perekonomian Indonesia masih berada pada posisi stabil. Hal ini tidak terlepas dari implementasi misi Astacita serta berbagai kebijakan dan program pemerintah lainnya,” kata Sigit.
Ia menambahkan bahwa NU, Banser, dan Ansor harus terus beriringan bersama Polri untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi di semua tingkatan, dari pusat hingga daerah.
Kapolri menekankan pentingnya peran bersama antara Polri dan organisasi keagamaan dalam menjaga dan membangun bangsa. Ia berharap upaya sinergi ini dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang luar biasa, mampu melompat dari negara berkembang menuju negara maju, dan diakui secara internasional.
Latihan ini diikuti oleh puluhan kader dari GP Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor, dengan materi yang fokus pada penguatan kemampuan instruktur, kepemimpinan, dan koordinasi untuk menjaga ketertiban masyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan nasional.












