Seskab Teddy: Narasi Indonesia Akan Chaos Tidak Benar, Kondisi Nasional Tetap Terkendali

  • Bagikan
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menjawab pertanyaan awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026). (Foto: Biro Setpres/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa narasi yang menyebut Indonesia akan mengalami situasi “chaos” dalam waktu dekat merupakan informasi yang keliru. Ia memastikan kondisi nasional hingga saat ini tetap aman dan terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy kepada wartawan pada Sabtu (11/4/2026). Ia menilai isu yang beredar di tengah masyarakat terkait potensi kekacauan nasional tidak berdasar dan tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Saya mau luruskan beberapa isu. Tadi ada pertanyaan, jadi beberapa waktu lalu sempat ada isu yang menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan chaos. Pertama, saya minta maaf mau luruskan, itu adalah narasi yang keliru. Tidak ada itu chaos-chaos. Yang ada adalah semuanya terkendali,” ujar Teddy.

Menurut Teddy, sejumlah indikator menunjukkan kondisi Indonesia berada dalam situasi yang stabil, termasuk di tengah dinamika global yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah. Ia mencontohkan kebijakan pemerintah yang tetap menjaga stabilitas harga energi domestik, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga : Pemkab Tanah Bumbu Percepat Digitalisasi Daerah, Dorong 80 Persen Transaksi Non-Tunai pada 2026

Ia menyebut pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi meskipun banyak negara menghadapi tekanan akibat gejolak geopolitik dan lonjakan harga energi global.

“Di tengah konflik global dan dampak perang di Timur Tengah, banyak negara yang menaikkan harga BBM dan mengalami kesulitan pasokan. Namun Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali. Itu fakta yang bisa dilihat,” kata Teddy.

Selain stabilitas energi, Teddy juga menyoroti kondisi perekonomian nasional yang dinilai masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data dari berbagai kalangan ekonom, ia menyebut daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga memberikan sinyal optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga  Pramono Anung Klarifikasi Program “Mudik ke Jakarta”, Bukan Mengajak Warga Luar Datang ke Ibu Kota

“Data perekonomian dari para ekonom menunjukkan arah yang optimistis. Daya beli masyarakat juga masih terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teddy menekankan stabilitas nasional juga tercermin dari situasi selama dua periode perayaan Idulfitri di masa pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, berbagai aspek penting seperti ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, distribusi energi, hingga kelancaran arus mudik berjalan dengan baik.

Ia mengatakan pemerintah mampu memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama momentum hari besar keagamaan tersebut.

Baca Juga : Kementerian PU Tidak Terapkan WFH Jumat, Menteri Dody: Prioritaskan Kesiapsiagaan Bencana

“Yang paling nyata adalah pemerintahan Pak Prabowo sudah dua kali melaksanakan Lebaran. Faktanya kita alami bersama semuanya stabil. Harga bahan pokok tersedia, harga relatif stabil, BBM tersedia, dan arus mudik berjalan lancar,” jelasnya.

Teddy menegaskan seluruh kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi nasional tetap dalam kendali pemerintah. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak berdasar dan tetap percaya pada data serta kondisi faktual di lapangan.

“Semua terukur dari data yang ada. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *