Bapperida Balangan Perkuat Kualitas Data untuk Percepat Penurunan Stunting

  • Bagikan
Pemkab Balangan Gelar evaluasi dan pendampingan akselerasi keterisian data dan informasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Balangan – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas pelaporan dan pengisian data. Langkah tersebut diwujudkan dengan menggelar kegiatan evaluasi dan pendampingan akselerasi keterisian data dan informasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) di Aula I Bapperida Balangan, Paringin Selatan, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis, kecamatan, serta puskesmas se-Kabupaten Balangan. Hadir pula narasumber dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang memberikan pendampingan teknis terkait pengisian aplikasi Web Aksi Bangda sebagai sistem pelaporan terbaru dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman yang sama mengenai mekanisme penginputan data agar seluruh indikator yang menjadi dasar penilaian pemerintah pusat dapat diisi secara lengkap, akurat, dan tepat waktu.

Kepala Bidang Sinkronisasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kabupaten Balangan, Agus Minawati, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi terhadap capaian penurunan stunting di Balangan yang dinilai masih belum optimal.

Baca Juga : Disdikbud Balangan Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Mutu PAUD dan Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi, tren penurunan angka stunting di Kabupaten Balangan masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan sehingga diperlukan penguatan koordinasi dan kualitas data dari seluruh perangkat daerah yang terlibat.

“Kami ada kegiatan tentang pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Balangan, dengan latar belakang kami melihat bahwa penurunan stunting di Kabupaten Balangan itu tidak terlalu signifikan, masih posisi tiga terendah,” ujarnya.

Menurut Agus, data yang valid menjadi salah satu fondasi penting dalam menyusun kebijakan dan menentukan bentuk intervensi yang tepat sasaran. Oleh karena itu, setiap instansi yang memiliki peran dalam program penurunan stunting diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Pemkab Balangan Dorong Ayah Aktif Dampingi Pendidikan Anak Lewat Gerakan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Sementara itu, narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Agnes Margaretha, menjelaskan bahwa terdapat perubahan dalam mekanisme pelaksanaan aksi konvergensi stunting. Jika sebelumnya terdiri atas delapan aksi, kini disederhanakan menjadi empat aksi utama dan dua aksi pendukung.

Selain perubahan tersebut, aplikasi Web Aksi Bangda versi terbaru juga memperluas keterlibatan pemerintah di tingkat kecamatan dalam proses penginputan data. Sebelumnya, pengisian data hanya dilakukan oleh SKPD di tingkat kabupaten.

“Pada aplikasi terbaru, aksi konvergensi melibatkan tingkat kecamatan. Kalau sebelumnya penginputan hanya dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kabupaten,” jelas Agnes.

Baca Juga : Balangan Duduki Posisi Kedua Implementasi DMS BKN di Regional VIII, Dekati Predikat “Sangat Lengkap”

Ia menambahkan, terdapat 31 indikator yang wajib diinput ke dalam sistem, disertai berbagai dokumen dan data pendukung. Indikator tersebut mencakup jumlah penduduk, jumlah balita, prevalensi stunting, kondisi pelayanan kesehatan, hingga ketersediaan tenaga gizi dan dokter di setiap wilayah.

Kelengkapan data tersebut menjadi dasar pemerintah pusat dalam memantau pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di daerah. Di sisi lain, pemerintah daerah juga dapat memanfaatkan data tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menyusun strategi intervensi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui evaluasi dan pendampingan ini, Bapperida Kabupaten Balangan berharap seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan kualitas pengisian data pada aplikasi Web Aksi Bangda. Dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi, pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Balangan diharapkan semakin optimal serta mampu mendorong penurunan angka stunting secara lebih signifikan di masa mendatang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *