Nusawarta.id, Balangan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui peningkatan kapasitas relawan Desa Tangguh Bencana (Destana). Upaya tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Peningkatan Kapasitas Teknis Lapangan yang digelar di Objek Wisata Sungai Maranting, Desa Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Balangan, Surya Dharma, dan diikuti perwakilan relawan Destana serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Balangan. Masing-masing desa mengirimkan tiga peserta, sehingga total sebanyak 41 desa turut ambil bagian dalam pelatihan tersebut.
Dalam sambutannya, Surya Dharma menegaskan bahwa peningkatan kapasitas relawan di tingkat desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Menurutnya, keberadaan relawan yang memiliki kemampuan teknis menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga : Pemkab Balangan luncurkan SIRIP PAUS, pendataan pasangan usia subur kini serba digital
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para relawan Destana mampu menjadi motor penggerak dalam membangun desa yang tangguh bencana, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, hingga tanggap darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, relawan yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di desa masing-masing, sekaligus menjadi penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.
Pelatihan tersebut memadukan pembelajaran teori dan praktik lapangan dengan menghadirkan narasumber dari Tim BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Materi yang diberikan dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta dibagi ke dalam empat pos pelatihan. Materi yang diberikan meliputi pengkajian risiko bencana desa serta penyusunan peta jalur evakuasi, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pembangunan tenda darurat, hingga teknik penyelamatan korban di perairan.
Menurut Surya Dharma, seluruh materi tersebut merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki relawan sebagai bekal saat menghadapi situasi bencana di wilayah masing-masing. Dengan kemampuan tersebut, relawan diharapkan mampu memberikan respons awal yang efektif sebelum bantuan lanjutan tiba.
BPBD Kabupaten Balangan menilai penguatan kapasitas relawan menjadi salah satu kunci dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana. Selain meningkatkan kemampuan individu, pelatihan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antarelawan sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Melalui kegiatan ini, BPBD Balangan berharap jaringan relawan Destana yang tersebar di 41 desa semakin siap, terampil, dan mampu bekerja secara sinergis dalam setiap tahapan penanggulangan bencana. Dengan kesiapsiagaan yang semakin baik, risiko maupun dampak bencana terhadap masyarakat diharapkan dapat diminimalkan.












