Eks Pejabat Pajak Ingin Jadi Hakim Agung, I Wayan Sudirta Pertanyakan Motivasinya

  • Bagikan
Calon Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara (TUN) Khusus Pajak, L. Y. Hari Sih Advianto menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026). (Foto: Inilah.com/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Sudirta mempertanyakan alasan L. Y. Hari Sih Advianto beralih karier dari dunia perpajakan menjadi calon hakim agung Kamar Tata Usaha Negara (TUN) Khusus Pajak Mahkamah Agung (MA).

Pertanyaan tersebut disampaikan I Wayan saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung dan hakim ad hoc MA di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).

I Wayan menilai posisi Hari sebagai mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak dan pengajar di bidang perpajakan merupakan karier yang tidak mudah. Karena itu, ia ingin mengetahui lebih jauh alasan Hari memilih menjadi hakim.

“Sejak kapan Saudara bercita-cita jadi hakim? Dan kenapa mesti menjadi hakim? Padahal pejabat pajak itu bukan jabatan yang sembarangan, kok ingin menjadi hakim, kan tantangan menjadi hakim itu berat,” kata I Wayan.

Ia juga meminta Hari menjelaskan secara lebih mendalam latar belakang dan motivasinya menjadi hakim. Menurut I Wayan, alasan tersebut penting untuk melihat sejauh mana kesiapan Hari menjalankan tugas sebagai calon hakim agung.

“Kami perlu tahu perlu cerita yang lebih menyentuh, kenapa Saudara layak diloloskan sebagai hakim agung?” ujarnya.

Selain motivasi, I Wayan menguji pandangan Hari mengenai penerapan keadilan dan kepastian hukum dalam perkara perpajakan. Ia menyoroti kondisi ketika wajib pajak besar memiliki argumentasi kuat dari sisi kepastian hukum, tetapi kepentingan negara dan rasa keadilan masyarakat dinilai belum terwakili.

Baca Juga : Prabowo Janjikan Bunga Cicilan Motor Listrik Turun, Skema Tanpa DP Disiapkan

I Wayan meminta Hari memberikan contoh konkret bagaimana seorang hakim dapat mengutamakan rasa keadilan ketika berhadapan dengan perkara yang sulit ditembus karena kepastian hukum dijadikan dasar pembelaan.

Baca Juga  Penerimaan Negara Anjlok, Purbaya Akui Bocornya Sistem Bea dan Cukai

“Bisakah saudara gambarkan bahwa keadilan itu harus diutamakan ketimbang kepastian hukum, ketika saudara menangani masalah-masalah yang tidak mudah ditembus karena kepastian hukum menjadi senjata mereka,” katanya.

Ia juga meminta Hari menyebutkan tiga persoalan berat di bidang yang akan dihadapinya jika terpilih sebagai hakim agung, sekaligus menawarkan terobosan untuk menyelesaikannya.

“Lalu apa terobosan mengatasi hal itu saya ingin mendengar untuk memastikan saudara memang layak diloloskan untuk menjadi hakim agung,” ujar I Wayan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Hari menjelaskan perjalanan kariernya. Ia mengawali profesi di Direktorat Jenderal Pajak sejak 1991 hingga 2009. Setelah itu, ia beralih menjadi widyaiswara perpajakan dan bertugas sebagai tenaga pengajar serta trainer bagi pegawai di lingkungan Pengadilan Pajak melalui Pusdiklat Perpajakan.

Hari mengakui latar belakang pendidikannya bukan hukum. Ia sebelumnya memiliki dasar keilmuan di bidang akuntansi dan belum memiliki rencana untuk berkarier sebagai hakim.

Baca Juga : Komisi III DPR Mulai Uji Kelayakan 11 Calon Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA

“Memang waktu itu tidak ada rencana sebenarnya karena basic saya memang akuntansi, jadi memang tidak di bidang hukum. Kemudian setelah ada kesempatan itulah baru kami belajar masalah hukum, sampai akhirnya mengambil S3 hukum,” jelasnya.

Hari mengatakan keputusannya mendaftar sebagai calon hakim agung didorong keinginan agar pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Kita semua punya kewajiban mengembangkan talenta diri. Dan manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Saya hanya ingin menjalankan hal tersebut, agar apa yang saya miliki ini bisa lebih bermanfaat,” tuturnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *