Nusawarta.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi bencana alam.
Prabowo mengatakan peningkatan kapasitas mitigasi menjadi salah satu langkah penting mengingat Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
“Saya bertekad meningkatkan kemampuan mitigasi kita. Badan-badan (yang bertugas) menghadapi bencana harus kita perkuat,” kata Prabowo, Kamis (17/9/2026).
Menurut Prabowo, pemerintah juga akan memperkuat armada udara untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penambahan helikopter dan pesawat disiapkan agar penanganan bencana, khususnya melalui water bombing, dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Kita perlu ratusan helikopter untuk water bombing. Kita perlu. Saya sudah pesan beberapa pesawat besar untuk water bombing,” ujarnya.
Baca Juga : Istana Sebut Menteri Harus Siap Dicopot, Purbaya Masih Pikirkan Alasan Pergantian
Selain penguatan armada, pemerintah akan berinvestasi pada berbagai peralatan pendukung mitigasi bencana. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kecepatan respons ketika bencana terjadi.
Prabowo juga mengingatkan jajarannya agar tidak terjerat praktik korupsi. Menurutnya, korupsi dapat memperlemah institusi sekaligus menghambat pengelolaan sumber daya yang dimiliki negara.
“Kalau kita tidak bisa menjaga resources-resources kita, kita nanti akan mengalami kelemahan dalam menghadapi situasi yang kita perlukan,” katanya
Prabowo menyinggung posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire. Kondisi tersebut membuat Indonesia berada di wilayah yang aktif secara vulkanik dan seismik serta rawan terhadap berbagai bencana alam.
Baca Juga ; Bupati Andi Rudi Latif Buka Pelatihan Operator Trintin Gratis bagi Warga Tanah Bumbu
Di sisi lain, Prabowo menyebut Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah dan tanah yang subur. Berbagai mineral bernilai ekonomi, mulai dari emas hingga logam tanah jarang atau rare earth, juga terdapat di Indonesia.
“Jadi, inilah yang mungkin Kuasa (Yang Maha Kuasa) kasih cobaan, tapi Dia juga kasih kelebihan. Nah, tinggal bagaimana kita me-manage negara kita. Karena itu, kita harus memiliki negara, memiliki institusi yang efisien,” tuturnya.
Dalam upaya membangun pemerintahan yang efisien, Prabowo mengatakan efisiensi anggaran menjadi perhatian sejak awal masa pemerintahannya. Ia bahkan mengaku memeriksa langsung anggaran di setiap kementerian.
“Waktu saya ambil alih pemerintahan, saya periksa anggaran. Itu tiap kementerian itu ada anggaran untuk hari ulang tahun. Dan itu tidak sedikit. Saya hilangkan. Tidak usah ada perayaan hari ulang tahun,” jelas Prabowo.












