Menkop Tantang Sulsel Jadi Pelopor Koperasi Offtaker Nasional

  • Bagikan
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menghadiri puncak Pekan Expo Koperasi dan UMKM (K-UMKM) di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (10/10/2026). (Dok. Kemenkop/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Luwu Timur – Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, mendorong Sulawesi Selatan menjadi proyek percontohan nasional pengembangan koperasi melalui skema offtaker untuk menyerap dan memasarkan hasil produksi masyarakat desa dan kelurahan.

Dorongan tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri puncak Pekan Expo Koperasi dan UMKM (K-UMKM) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (10/10/2026) malam.

Ferry juga mengapresiasi kekompakan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan dalam mendukung gerakan koperasi dan pembangunan daerah.

“Baru kali ini saya datang ke provinsi di Sulawesi Selatan, gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wali kotanya kompak hadir. Begitu pun dengan kecintaan terhadap olahraga, kekompakan itu saya saksikan sendiri. Ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain,” ujar Ferry.

Baca Juga : KSAD Maruli Sebut Rumah Dinas TNI Dipakai Judi Online Memalukan, Perwira Ditahan

Menurutnya, semangat gerakan koperasi di Sulawesi Selatan, khususnya melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), berpotensi membangun ekosistem ekonomi baru yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

“Koperasi sekarang membanggakan dan menumbuhkan kepercayaan lagi. Ini bisa menjadi ekosistem baru bagi ekonomi kita,” katanya.

Ferry menjelaskan, Kementerian Koperasi mendorong pengembangan skema offtaker melalui penyediaan alat dan mesin pascapanen maupun pascaproduksi. Fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kemampuan koperasi dalam menyerap, mengolah, menampung, dan memasarkan hasil produksi masyarakat.

Komoditas yang dapat dikembangkan mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kerajinan, hingga berbagai produk UMKM. Dengan dukungan fasilitas pengolahan, kualitas produk diharapkan meningkat dan akses pasar semakin luas.

Baca Juga : Gus Ipul: Siswa Sekolah Rakyat Butuh Teladan, Kadet Unhan Diterjunkan

“Karena itu, saya ingin Sulawesi Selatan menjadi pilot project kegiatan offtaker, dengan penyediaan alat dan mesin pascapanen untuk seluruh hasil produksi masyarakat desa dan kelurahan se-Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkab Tanah Bumbu Siapkan Pinjaman Modal Tanpa Bunga untuk 4.800 UMKM

Ferry optimistis, kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat menjadi modal penting untuk membangun koperasi yang produktif, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap gerakan koperasi di Sulawesi Selatan dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur di provinsi ini akan lahir sebuah gerakan koperasi yang menjadi referensi di masa mendatang bagi daerah lain,” tutup Ferry.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *