Nusawarta.id – Jakarta. Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, mengungkap keinginan Presiden RI, Prabowo Subianto agar bahan baku yang digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis berasal dari Indonesia. Prabowo mau tidak ada impor bahan baku apapun untuk program tersebut.
Adapun Makan Bergizi Gratis jadi program unggulan dari Prabowo ini mulai diterapkan pada 6 Januari 2025.
“Jadi, arahan Presiden ini harus bahan bakunya, harus dari Indonesia, dari desa, sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Bukan impor, bahan bakunya bukan impor,” kata Budi Arie saat diwawancarai awak media di Kompleks Istana Bogor, dikutip Sabtu (4/1/2025).
Eks Menkominfo, Budi Arie, menyatakan akan ada ribuan koperasi yang siap mendukung dan berkontribusi dalam program Makan Bergizi Gratis tersebut.
Ribuan koperasi itu kata dia terdiri dari koperasi telur, koperasi sayur, koperasi beras, koperasi ikan dan bahan pokok lainnya.
“Koperasi ada data kita sudah menyampaikan, ada 1.923 koperasi yang siap menampung, siap berkontribusi dalam penyelenggaran makan bergizi gratis,” tuturnya.
Selain itu, Budi juga menyebut desa berkontribusi menghasilkan berbagai kebutuhan seperti jagung, ikan nila, hingga melon. Hal tersebut, kata dia, masuk dalam 20% dana desa yang dianggarkan untuk ketahanan pangan.
“Tapi yang pasti, tadi untuk ketahanan pangan makan bergizi itu dari dana desa. Tadi saya sampaikan, saya laporkan 20% dari Rp. 71 triliun dana desa tahun 2025 untuk ketahanan pangan,” jelas Budi.
Sebelumnya, pemerintah memastikan program unggulan era Prabowo yakni Makan Bergizi Gratis akan mulai diimplementasikan pada 6 Januari 2025. Hal itu disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Dadan bilang program itu akan mulai dilaksanakan pada 6 Januari di seluruh wilayah Indonesia. Namun, ia tidak mau menjelaskan lebih rinci beberapa sekolah yang akan melaksanakan program ini.
“Insya Allah 6 Januari di seluruh Indonesia. Nanti saja lihat kalau sudah jalan (berapa sekolah dan siswa),” ujar Dadan. (Ki/red)












