Nusawarta.id, Balangan – Bupati Balangan, Kalimantan Selatan, Abdul Hadi mendorong tradisi Ma Iwak (menangkap ikan) di Sungai Kali Maraup, Desa Inan, Kecamatan Paringin, agar terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus dikembangkan menjadi destinasi wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Menurut Abdul Hadi, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut memiliki nilai budaya yang tinggi dan berpotensi menjadi daya tarik wisata khas Kabupaten Balangan.
“Saya mendorong tradisi Ma Iwak di Sungai Kali Maraup ini dapat semakin dikenal luas, menarik wisatawan dari luar daerah serta memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, pedagang, dan masyarakat Desa Inan secara umum,” kata Abdul Hadi di Balangan, Jumat.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Desa Inan yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga : Ancaman Alih Fungsi Lahan Jadi Sorotan dalam FKP DKP3 Balangan
Abdul Hadi berharap tradisi Ma Iwak ke depan dapat menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Balangan yang mampu memperkenalkan kearifan lokal daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan tingginya antusiasme masyarakat, pemerintah daerah menargetkan kegiatan tersebut terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang membanggakan.
“Tradisi ini bukan hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan usaha kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Ma Iwak, Hafis Anshari, menuturkan bahwa kegiatan budaya tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata daerah.
Hafis yang juga anggota DPRD Balangan mengatakan, tradisi Ma Iwak merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan, khususnya oleh generasi muda dan masyarakat setempat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Balangan sekaligus momentum untuk mempererat hubungan antarwarga,” katanya.
Baca Juga : Wabup Balangan Lepas 130 Kafilah Ikuti MTQ Nasional XXXVII di Barito Kuala
Dalam pelaksanaan tradisi tersebut, warga bersama-sama menangkap berbagai jenis ikan yang hidup di Sungai Kali Maraup, seperti ikan patin, papuyu atau ikan betok, hingga ikan gabus.
Tradisi Ma Iwak di Desa Inan tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Balangan, tetapi juga menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang masih terjaga. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, tradisi ini diharapkan mampu menjadi salah satu agenda budaya unggulan sekaligus destinasi wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Balangan.












