Nusawarta.id, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan membuka peluang pemberian dukungan anggaran bagi tenaga pendidik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3). Kebijakan tersebut tengah dikaji sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan.
Bupati Balangan, Abdul Hadi, mengatakan pemerintah daerah saat ini sedang membahas skema dukungan yang memungkinkan para guru memperoleh fasilitasi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkarakter. Karena itu, peningkatan kualifikasi akademik tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
“Kami akan duduk bersama untuk membahas bentuk dukungan anggarannya. Nanti akan kami pelajari regulasinya, semoga bisa dilaksanakan tanpa terbentur aturan yang ada,” ujar Abdul Hadi.
Meski demikian, Abdul Hadi menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan lanjutan bukan sekadar memperoleh gelar akademik. Ia berharap para guru yang menempuh studi S2 maupun S3 dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran saat kembali menjalankan tugas di sekolah.
“Yang terpenting bukan hanya gelarnya, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Program Doktoral Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ahmad Suriansyah, menjelaskan pihaknya menawarkan pola baru pengembangan SDM melalui pendidikan tinggi.
Program yang ditawarkan meliputi Magister Administrasi Pendidikan, Doktor Administrasi Pendidikan, serta Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya, seluruh program studi tersebut telah mengantongi akreditasi unggul.
“Kami berani melaksanakan sosialisasi ke berbagai daerah, termasuk ke Balangan, karena program studi kami ini sudah mengantongi akreditasi unggul semuanya,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkab Balangan Raih Peringkat I Penghargaan Pro-Karier ASN Regional VIII BKN
Ia menambahkan, skema perkuliahan yang dikembangkan dirancang agar adaptif terhadap kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga pendidik di daerah. Dengan model tersebut, peserta dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas dan jam kerja di instansi maupun sekolah masing-masing.
Melalui skema ini, peningkatan kompetensi akademik diharapkan dapat berjalan seiring dengan optimalisasi pelayanan publik dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Balangan.












