Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Khusus bagi Kelompok Rentan Terdampak Longsor di Cilacap

  • Bagikan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau lokasi longsor, Desa Cibeunying, Majenang, CIlacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025). (Foto: Antara/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Cilacap – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pemerintah memberikan penanganan khusus bagi anak-anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya yang terdampak bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Langkah pemulihan psikologis, kesehatan, hingga keberlanjutan layanan pendidikan menjadi prioritas setelah proses evakuasi dan pencarian korban terus berlangsung.

Saat meninjau lokasi longsor pada Minggu (16/11/2025), Luthfi menegaskan pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus memperkuat koordinasi untuk menangani dampak bencana secara menyeluruh.

“Kita sudah koordinasi dengan Pemda, Pemprov, kemudian dengan Polda dan Kodim serta Kodam. Kita melakukan recovery pasca-bencana, terutama dari dinas kesehatan dan psikologi,” ujar Luthfi kepada wartawan.

Menurutnya, tim kesehatan dan psikolog telah diturunkan untuk memberikan pendampingan intensif, terutama bagi anak-anak yang mengalami tekanan mental akibat peristiwa tersebut. Trauma healing menjadi salah satu program yang langsung dijalankan di posko pengungsian.

Baca Juga : Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Borobudur Marathon 2025, Jawa Tengah Bidik Ikon Marathon Dunia

“Kita lakukan kegiatan-kegiatan untuk recovery, terutama trauma healing bagi mereka, terutama anak-anak yang terdampak bencana,” jelasnya.

Selain pemulihan psikologis, Luthfi menegaskan bahwa layanan pendidikan tidak boleh terhenti meski anak-anak berada di pengungsian. Pemerintah memastikan akses belajar tetap tersedia, baik melalui sekolah darurat maupun fasilitas belajar sementara.

“Kemudian yang kedua, kita pastikan mereka bisa sekolah kalau sekolahnya terdampak,” ujarnya.

Luthfi menambahkan, pemerintah juga menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi, terutama kelompok rentan. Layanan kesehatan, hunian sementara, dan distribusi logistik dipastikan berjalan tanpa hambatan.

“Lalu layanan dasar. Mereka harus sehat karena itulah bentuk negara hadir untuk melayani mereka,” tegasnya.

Baca Juga : Gubernur Jawa Tengah Luncurkan Program Rumah Rakyat dan Aplikasi JNN, Tingkatkan Layanan Publik Terpadu

Sementara itu, proses pencarian korban masih terus dilakukan. Sebanyak 920 relawan dari berbagai unsur telah dikerahkan untuk mencari 12 warga yang dilaporkan masih tertimbun material longsor. Operasi pencarian dilakukan dengan pembagian kluster, mulai dari SAR, kesehatan, hingga pemulihan pascabencana.

Baca Juga  Gubernur Jateng Hadirkan Pimpinan KPK, Ingatkan Kepala Daerah Perkuat Integritas dan Cegah Korupsi

“Hari ini sudah kami lakukan rapat evaluasi untuk hari ketiga. Setiap hari kita lakukan update. Ada hampir 920 relawan yang berkumpul untuk melakukan pencarian khususnya terhadap 12 orang yang tertimbun,” kata Luthfi.

Basarnas, TNI, Polri, organisasi kemanusiaan, hingga relawan lokal turut terlibat dalam upaya pencarian yang dilakukan secara bergiliran untuk mengantisipasi risiko lanjutan di area rawan.

Dalam kunjungannya, Luthfi juga menyampaikan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Bupati Cilacap untuk menyiapkan lahan relokasi sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat atau berada di zona berbahaya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kelangsungan hidup warga terdampak longsor menjadi fokus utama pemerintah di tengah upaya penanganan bencana yang masih berlangsung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *