Nusawarta.id, Boyolali – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para kepala desa dan kepala daerah untuk aktif mengenalkan serta mempromosikan kekuatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Tengah agar dapat menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia. Menurutnya, potensi ekonomi desa yang dikelola dengan baik mampu menjadi fondasi utama pembangunan nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi dalam pidatonya pada peringatan Hari Desa Nasional yang digelar di Boyolali, Jawa Tengah. Ia menegaskan, peringatan Hari Desa Nasional tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk menunjukkan praktik-praktik terbaik pembangunan ekonomi desa, khususnya melalui penguatan UMKM.
“Peringatan ini menjadi sarana untuk memperlihatkan bagaimana desa mampu membangun ekonominya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Ahmad Luthfi.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa jumlah UMKM mikro di Jawa Tengah saat ini mencapai hampir 4,2 juta unit. Dari total tersebut, sekitar 3,2 juta UMKM mikro berada di kabupaten dan kota, terutama di wilayah perdesaan. Angka tersebut menunjukkan besarnya kekuatan ekonomi rakyat yang tumbuh dari desa.
Ia menilai, keberadaan jutaan UMKM mikro tersebut merupakan modal sosial dan ekonomi yang sangat penting bagi desa untuk berkembang serta keluar dari jerat kemiskinan. Oleh karena itu, melalui momentum Hari Desa Nasional, UMKM perdesaan di Jawa Tengah didorong untuk tampil, berkembang, dan dikenal secara lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Dengan hadirnya ekonomi mikro di wilayah kita, dengan adanya Hari Desa Nasional di tempat kita, maka akan kita pancarkan UMKM di tempat kita yang akan berkembang untuk meningkat menjadi UMKM kecil maupun menengah,” katanya, dipantau secara daring, Kamis (15/1/2026).
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi mengatakan penunjukan Jawa Tengah sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional juga dimanfaatkan untuk menghadirkan ratusan kepala desa berprestasi dari berbagai wilayah. Tercatat, sebanyak 275 kepala desa yang sebelumnya menerima penghargaan turut diundang dalam kegiatan tersebut.
Para kepala desa tersebut diharapkan dapat berbagi pengalaman, inovasi, serta keberhasilan dalam mengembangkan UMKM di wilayah masing-masing. Dengan demikian, praktik baik yang telah diterapkan di desa-desa di Jawa Tengah dapat direplikasi di daerah lain.
“Secara tidak langsung kami mengundang para kepala desa, 275 yang kemarin mendapatkan penghargaan, untuk menceritakan Provinsi Jawa Tengah tentang UMKM-nya, agar menjadi role model di daerah bapak-bapak sekalian,” jelasnya.
Tidak hanya melibatkan kepala desa, kegiatan Hari Desa Nasional juga dihadiri oleh sejumlah gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah. Ahmad Luthfi berharap, kehadiran para pemangku kebijakan tersebut dapat memperkuat sinergi antardaerah dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada desa.
Baca Juga : Ahmad Luthfi Jadi Bapak KPAI, Dorong Ekonomi Hijau dan Cinta Lingkungan
Ia menegaskan, pembangunan nasional yang kuat harus dimulai dari desa. Begitu pula dengan upaya pengentasan kemiskinan, yang menurutnya akan lebih efektif jika berangkat dari penguatan ekonomi desa.
“Bahwa membangun berasalnya dari desa dan memberantas kemiskinan berasalnya adalah dari desa,” tegas Ahmad Luthfi.
Melalui peringatan Hari Desa Nasional ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap desa-desa semakin percaya diri menampilkan potensi UMKM unggulannya, sekaligus memperkokoh posisi desa sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.












