Nusawarta.id, Kandangan – Presiden Mahasiswa (Presma) IAI Darul Ulum Kandangan, Ahmad Ridha, mengkritisi kebijakan pemerintah terkait perubahan sistem distribusi LPG 3 kg yang dinilai terlalu terburu-buru dan menyebabkan kelangkaan di beberapa daerah.
“Pemerintah seharusnya melakukan persiapan lebih matang sebelum menerapkan kebijakan ini. Kurangnya sosialisasi dan kesiapan infrastruktur membuat masyarakat kebingungan dan akhirnya mengalami kesulitan mendapatkan LPG,” ujar Ridha, Sabtu (8/2/2025).
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengakui bahwa kebijakan ini menyebabkan antrean panjang di banyak tempat, sehingga pemerintah terpaksa menyesuaikan aturan agar pengecer tetap dapat menjual LPG 3 kg dengan sistem baru.
Ridha menilai langkah perubahan aturan ini membuktikan bahwa kebijakan awal belum siap diterapkan secara luas. “Jika sejak awal pemerintah lebih mempertimbangkan kesiapan teknis dan dampak di lapangan, kelangkaan ini bisa dicegah,” tambahnya.
Ia juga mendesak pemerintah untuk memberikan solusi konkret bagi masyarakat yang terdampak. “Harga di lapangan juga perlu diawasi lebih ketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk menaikkan harga di atas HET,” tutup Ridha. (Syairi/Red)












