JK: Masjid Harus Jadi Pusat Kemakmuran dan Pemberdayaan Masyarakat

  • Bagikan
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan sambutan saat pelantikan pengurus Pimpinan Wilayah DMI Kalteng di kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kalteng, Rabu (12/11/2025). (Foto: Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jayapura — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Karena itu, ia meminta pengurus masjid di seluruh Indonesia menjalankan dua tugas utama sekaligus: memakmurkan masjid dan memakmurkan masyarakat.

“Masjid bisa saja besar, tapi kalau masyarakat sekitarnya tidak makmur, maka masjid itu belum sepenuhnya dimakmurkan,” ujar JK saat menghadiri pelantikan pengurus wilayah DMI Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan di Jayapura, Minggu (23/11/2025).

Menurut mantan Wakil Presiden RI dua periode tersebut, kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari megahnya bangunan atau ramainya jamaah, melainkan dari peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Ia menekankan pentingnya masjid berperan sebagai pusat pendidikan dan penguatan ekonomi, mengingat dua rukun Islam —zakat dan haji— hanya dapat ditunaikan oleh umat yang memiliki kemampuan finansial.

“Masjid harus mendorong masyarakatnya untuk mampu, baik secara ekonomi, pendidikan, maupun agama,” ujarnya.

Baca Juga : Lahan Jusuf Kalla Diserobot, Shadiq Pasadigoe: Negara Tak Boleh Tunduk pada Mafia Tanah

JK mencontohkan fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW yang tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pemerintahan, pendidikan, hingga pengadilan. Pola tersebut, kata JK, dapat diimplementasikan kembali dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan anak, pemberdayaan ekonomi, hingga pelatihan keterampilan masyarakat.

Di hadapan para pengurus DMI yang baru dilantik, JK juga menyampaikan apresiasinya terhadap toleransi beragama di Papua. Ia menyebut kawasan Sentani, di mana masjid besar berdiri berseberangan dengan gereja besar, sebagai simbol kerukunan yang patut dipertahankan.

“Tidak ada agama yang membolehkan orang saling membunuh. Itu bukan jalan menuju surga,” tegasnya.

Baca Juga  Komisi II DPR Bentuk Pansus Agraria, Kasus Sengketa Lahan Jusuf Kalla Jadi Sorotan Utama

Ia mendorong agar masjid dan gereja dapat menjalin program sosial bersama selama tidak menyentuh ranah akidah, dengan tujuan memperkuat pembangunan masyarakat Papua.

Baca Juga : MUI Anugerahkan Penghargaan Mujahid-Mujahidah kepada Jusuf Kalla dan Retno Marsudi

“Akidah boleh berbeda, tetapi pengabdian kepada masyarakat bisa bersatu,” kata JK.

Kepada pengurus DMI yang baru dilantik, JK berpesan agar terus meningkatkan kualitas layanan ibadah, memperluas kegiatan pendidikan, serta memperkuat ekonomi jamaah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan aktivitas masjid dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Menutup pesannya, JK menegaskan bahwa ibadah harus berjalan beriringan dengan kerja keras, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

“Negara tidak akan maju jika hanya memperbanyak rumah ibadah tanpa diiringi ilmu, pengabdian, dan kerja keras,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *