Nusawarta.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulihkan sekitar 5.800 hektare tambak dan kolam budidaya yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025.
Pemulihan tersebut memungkinkan ribuan pelaku usaha perikanan kembali menjalankan aktivitas produksi setelah sempat terhenti akibat bencana.
Berdasarkan data KKP hingga 15 Oktober 2026, sebanyak 5.706 petambak telah kembali berusaha. Selain itu, 228 nelayan, 360 pengolah dan pemasar ikan, serta 506 petambak garam juga telah kembali bekerja
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pemulihan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya menyasar perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemulihan produktivitas dan penghasilan masyarakat.
“Pemulihan ini bukan hanya tentang memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kelautan dan perikanan dapat kembali berproduksi, bekerja, dan memulihkan perekonomiannya,” ujar Trenggono di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga : Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Asing yang Terlibat Karhutla
Sebagian besar tambak dan kolam yang kembali beroperasi berada di Aceh dengan luas 5.707 hektare yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Sementara itu, di Sumatera Utara luas lahan yang pulih mencapai 73,67 hektare dan Sumatera Barat 33,29 hektare.
Kerusakan akibat bencana sebelumnya menyebabkan sejumlah lahan budidaya tertimbun lumpur dan material banjir. Kondisi tersebut menghambat produksi dan membutuhkan penanganan agar tambak kembali produktif.
Untuk mempercepat rehabilitasi, KKP menyalurkan 12 unit ekskavator ke tiga provinsi terdampak. Sebanyak delapan unit ditempatkan di Aceh, dua unit di Sumatera Utara, dan dua unit di Sumatera Barat.
Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material banjir serta memperbaiki saluran, tambak, dan kolam. Di Sumatera Utara, ekskavator ditempatkan di Deli Serdang dan Tapanuli Tengah, sedangkan di Sumatera Barat dialokasikan ke Agam dan Padang Pariaman.
Baca Juga : PKS Sebut Usulan Luhut Ubah Definisi Korupsi Berbahaya
Di Aceh, KKP bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pusat serta Pemerintah Kota Langsa telah memulihkan 300 hektare tambak masyarakat di Gampong Sungai Pauh Pusaka. Sebanyak 120 hektare tambak udang di Aceh Timur juga kembali beroperasi.
Bahkan, pembudidaya di Pidie Jaya telah melaksanakan panen perdana udang vaname dari tambak yang dipulihkan.
Trenggono menegaskan, KKP akan melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk menuntaskan target pemulihan hingga Desember 2026, sekaligus menyiapkan program lanjutan sampai 2028.
“KKP berkomitmen menyelesaikan seluruh target kinerja hingga Desember 2026 dan melanjutkan program pemulihan sampai 2028 agar pemulihan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat bangkit lebih kuat,” ucapnya.













Respon (1)