Nusawarta.id, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri dan inovatif melalui ajang Pemilihan Wiramuda Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 29–31 Juli 2026 di Banjarmasin itu menjadi wadah bagi para pelaku usaha muda untuk mengembangkan kapasitas, memperluas jejaring, sekaligus menampilkan inovasi bisnis yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ajang tersebut diikuti sebanyak 60 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 39 finalis dinyatakan lolos dan dinilai memiliki kemampuan, kreativitas, inovasi, serta komitmen dalam mengembangkan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari 39 finalis tersebut, dewan juri menetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga dari masing-masing kabupaten dan kota berdasarkan sejumlah aspek penilaian, mulai dari profil usaha, bidang usaha yang dikembangkan, tingkat inovasi produk, hingga dampak usaha terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, mengatakan Pemilihan Wiramuda Berprestasi bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda.
“Pemilihan Wiramuda Berprestasi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda,” ujar Pebriadin.
Baca Juga : Pemkab Balangan luncurkan SIRIP PAUS, pendataan pasangan usia subur kini serba digital
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para pelaku usaha muda untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, serta mencari solusi terhadap berbagai tantangan dalam mengembangkan bisnis.
“Bukan hanya memilih yang terbaik, tetapi menjadikan ruang untuk para wirausaha muda saling belajar, memperluas jaringan, dan mencari solusi atas berbagai persoalan pengembangan usaha,” katanya.
Pebriadin juga mendorong para wirausaha muda untuk terus mengembangkan produk berbasis potensi dan kearifan lokal agar memiliki nilai tambah serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Ia mencontohkan komoditas unggulan daerah seperti minyak kemiri maupun olahan ikan gabus yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan dijual dalam bentuk konvensional.
Selain inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha. Penggunaan marketplace dan media sosial, menurutnya, dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat promosi produk lokal.
“Kalsel memiliki potensi pasar yang besar. Kami ingin para wirausaha muda dapat mengambil peluang ini dengan terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel, Rika Ayu Zainab, menjelaskan para pemenang memperoleh uang pembinaan dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membangun usaha.
Baca Juga : Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Dokumen Dugaan TPPU Disita
Ia mengungkapkan, proses penilaian dilakukan oleh delapan dewan juri yang berasal dari unsur pemerintah, praktisi usaha, hingga organisasi kewirausahaan. Penilaian dilakukan secara komprehensif untuk memastikan peserta yang terpilih benar-benar memiliki kualitas dan potensi berkembang.
Rika menambahkan, seluruh peserta merupakan wirausaha muda pemula yang telah menjalankan usaha minimal selama satu tahun sehingga telah memiliki pengalaman dalam mengelola bisnis.
Ia berharap para pemenang tidak berhenti pada prestasi yang diraih, tetapi terus mengembangkan usahanya, menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. Menurutnya, kehadiran wirausaha muda yang inovatif akan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat perekonomian daerah di masa mendatang.












