Pratikno Minta Penanganan Gempa NTT Terpusat Lewat Posko Terpadu

  • Bagikan
Menko PMK Pratikno saat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Instagram @pratikpratikno/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja melalui posko terpadu.

Menurut Pratikno, banyaknya kekuatan yang dikerahkan pemerintah dalam penanganan bencana harus diikuti koordinasi yang kuat agar bantuan dapat diberikan secara efektif dan tidak tumpang tindih.

“Nah, saya ingin menekankan, bahwa kekuatan yang besar ini hanya bisa efektif kalau kerjanya sinkron,” kata Pratikno dalam konferensi pers penanganan gempa NTT, Minggu (16/8/2026).

Ia meminta posko penanganan bencana segera dibentuk dan diaktifkan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi berbagai unsur yang terlibat dalam proses evakuasi, penyaluran bantuan, hingga pemulihan masyarakat terdampak.

Baca Juga : DPR RI Tinjau Dampak Gempa 7,7 Magnitudo di NTT

Pratikno menyebut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membentuk sejumlah posko, termasuk posko bantuan di Halim serta posko nasional di Labuan Bajo dan Maumere.

Ia menegaskan sinkronisasi melalui posko penting dilakukan agar kekuatan besar yang dikerahkan pemerintah tidak justru menimbulkan persoalan di lapangan.

“Sekali lagi kalau tidak sinergi, ini malah justru kekuatan yang besar ini bisa menjadi masalah. Jadi jangan, makanya sinkronisasi melalui posko itu menjadi penting,” ujarnya.

Pratikno mengatakan pemerintah pusat mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana di NTT.

“Kami diperintah Pak Presiden untuk mendukung Bapak Ibu semuanya di daerah. Bapak Presiden bukan hanya memerintah tapi juga memberikan bantuan secara langsung,” jelasnya.

Ia meminta pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan tambahan melalui posko terpadu sehingga dukungan dari pemerintah pusat dapat segera dikoordinasikan.

Baca Juga : Airlangga: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kemandirian Ekonomi

Menurut Pratikno, kecepatan penanganan bencana sangat bergantung pada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, setiap kebutuhan di lapangan harus disampaikan melalui mekanisme koordinasi yang telah dibentuk.

Baca Juga  Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Pemudik, Kapolri Tinjau Bandara Soetta

Pratikno juga mengapresiasi kerja seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan gempa NTT. Ia menilai penanganan telah berjalan cukup cepat dalam waktu sekitar 24 jam setelah bencana.

“Sekali lagi terima kasih atas kerja kerasnya dalam waktu hanya 24 jam lebih sedikit kita sudah melangkah sangat jauh. Jadi semoga NTT segera recover, duka cita yang mendalam kepada para korban,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *