Nusawarta.id, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saling melempar pujian setelah nama keduanya masuk jajaran menteri dengan penilaian kinerja terbaik berdasarkan survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO).
Momen tersebut terjadi setelah Purbaya dan Bahlil menggelar rapat koordinasi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (11/8/2026). Pertemuan membahas implementasi kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite bagi masyarakat desil 9 dan desil 10.
Saat ditanya mengenai hasil survei IPO yang menempatkan Purbaya di posisi teratas, Bahlil justru memuji koleganya tersebut.
“Kalian tanya kepada menteri yang kinerjanya nomor satu. Nah, Pak Menteri Keuangan,” ujar Bahlil kepada wartawan.
Purbaya kemudian membalas pujian tersebut. Menurutnya, Bahlil justru lebih layak menempati posisi teratas karena dinilai mampu menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di atas target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kata orang, kalau nomor satu betulan ini (menunjuk Bahlil), yang nomor satu betulan ini menghasilkan PNBP di atas target APBN selama ini,” kata Purbaya.
Berdasarkan survei terbaru IPO, Purbaya memang menempati posisi pertama sebagai menteri dengan penilaian kinerja terbaik di Kabinet Merah Putih. Ia memperoleh penilaian publik sebesar 42,8 persen.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berada di posisi kedua dengan 33,5 persen. Menariknya, kedua figur tersebut juga menjadi pembantu Presiden Prabowo Subianto dengan tingkat popularitas tertinggi dalam survei yang sama.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan tingginya penilaian terhadap kinerja menteri berbanding lurus dengan tingkat popularitas mereka di mata publik.
“Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik ini linear dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua,” kata Dedi dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
Bahlil berada di posisi berikutnya dengan tingkat penilaian kinerja 32 persen. Setelahnya terdapat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan 30,9 persen, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan 26,5 persen, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 25,3 persen.
Baca Juga : JPU KPK Ungkap Yaqut Siapkan USD1 Juta untuk Pengaruhi Pansus Angket Haji
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat penilaian kinerja terendah dalam daftar tersebut, yakni 3 persen.
Hasil survei tersebut menjadi sorotan di tengah koordinasi Purbaya dan Bahlil terkait kebijakan subsidi energi. Keduanya kini berhadapan dengan tantangan memastikan penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran, termasuk bagi kelompok masyarakat yang masuk kategori desil 9 dan desil 10.












