Tegas di Panggung Istana, Prabowo: Indonesia Tidak Akan Campuri Urusan Dalam Negeri Negara Lain

  • Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan Indonesia berkomitmen menjaga hubungan baik dengan semua negara tanpa mencampuri urusan dalam negeri pihak lain. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Nusawarta.id)

LNusawarta.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri yang menghormati kedaulatan setiap negara. Pemerintah Indonesia, menurutnya, tidak akan mencampuri urusan dalam negeri negara lain sebagai bentuk penghormatan terhadap seluruh kekuatan di dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Istana Negara, kawasan Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa sikap saling menghormati antarnegara merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Indonesia, kata dia, memilih jalur diplomasi yang menghargai kedaulatan setiap bangsa tanpa memandang besar kecilnya kekuatan suatu negara.

“Kita tidak mau campur tangan dalam urusan dalam negeri negara mana pun. Kita hormati semua kekuatan di dunia, yang besar maupun yang kecil,” ujar Prabowo di hadapan para tamu undangan yang hadir dalam peringatan tersebut.

Baca Juga : Prabowo Akui Ada Pejabat Mengecewakan, Soroti Tanggung Jawab Pimpinan di Tengah Ancaman Global

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintahannya berkomitmen membangun hubungan persahabatan dengan seluruh negara. Menurutnya, Indonesia akan terus memperkuat kerja sama internasional yang didasarkan pada prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, serta menjaga perdamaian global.

Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia akan tetap menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan berbagai bangsa di dunia.

“Bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan pemerintah saya dan semua pembantu-pembantu saya bertekad memelihara persahabatan dan hubungan baik dengan semua bangsa, dengan semua negara, dengan semua kekuatan,” katanya.

Prabowo juga menilai prinsip tersebut bukanlah hal baru dalam diplomasi Indonesia. Ia menyebut pendekatan tersebut telah menjadi tradisi yang diwariskan para pendiri bangsa dan tokoh agama sejak awal berdirinya negara.

Baca Juga  Satpol PP DKI Kerahkan 500 Personel Bantu Pengamanan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Menurutnya, para pendahulu telah menanamkan nilai-nilai perdamaian dan sikap saling menghormati sebagai dasar hubungan Indonesia dengan negara lain.

Baca Juga : Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa di Istana, Pengamat Nilai Upaya Konsolidasi Hadapi Gejolak Global

Namun demikian, Prabowo mengingatkan bahwa menjaga perdamaian dunia tidak cukup hanya dengan doa atau harapan semata. Ia menekankan pentingnya kerja nyata dan usaha bersama untuk menciptakan kesejahteraan serta keadilan.

“Tentunya menjaga perdamaian itu tidak dengan cara hanya berdoa dan berharap, tetapi juga dengan ikhtiar, dengan kerja keras mencapai kesejahteraan dan keadilan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kesejahteraan dan keadilan tidak akan tercapai tanpa usaha serius dari seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja keras demi memperkuat posisi Indonesia sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *