Gerak Cepat Pemda Tangani Banjir Bekasi, Safrizal: Ini Bukti Keberhasilan Retret Kepala Daerah

  • Bagikan

Nusawarta.id, Kota Bekasi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, menegaskan bahwa kerja sama cepat antar pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana merupakan hasil nyata dari pembinaan kepala daerah yang baru-baru ini dilakukan Kemendagri. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri penyerahan bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk membantu pemulihan korban banjir.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali, kepada Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Haris Bobihoe, dalam acara yang digelar di Pendopo Kantor Wali Kota Bekasi, Kamis (6/3/2025).

Safrizal menegaskan bahwa gerak cepat ini merupakan bentuk implementasi nilai gotong royong yang menjadi fondasi utama dalam sistem pemerintahan Indonesia.

“Pemberian bantuan ini adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan antar daerah. Kami mengapresiasi langkah cepat Pemprov DKI Jakarta yang langsung turun tangan membantu Kota Bekasi dalam pemulihan pasca-banjir dengan menurunkan peralatan dan personel yang mereka miliki,” ungkapnya.

Banjir Melanda 132 Titik, Ribuan Warga Terdampak

Banjir yang melanda Kota Bekasi kali ini tergolong parah, dengan 132 titik banjir yang tersebar di delapan kecamatan. Data menunjukkan bahwa sebanyak 23.967 kepala keluarga atau sekitar 61.223 jiwa terdampak. Salah satu daerah terparah yang disorot dalam peninjauan lapangan adalah kawasan Pondok Gede Permai, yang sebelumnya telah dikunjungi oleh Safrizal bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya.

Menurut Safrizal, respons cepat antar pemerintah daerah dalam menghadapi bencana seperti ini perlu ditularkan ke seluruh Indonesia. Ia menilai bahwa kepedulian dan koordinasi antar kepala daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak.

Baca Juga  Densus 88 Gelar Wawasan Kebangsaan di Sragen, Perkuat Upaya Deradikalisasi

“Kerja sama seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lain. Kita ingin memastikan bahwa semua kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, memiliki keterikatan emosional dan tanggung jawab untuk segera membantu wilayah lain yang mengalami bencana,” tambahnya.

Peringatan Cuaca Ekstrem dan Langkah Jangka Panjang

Dalam kesempatan tersebut, Safrizal juga menyampaikan pesan dari Menteri Dalam Negeri agar seluruh pemerintah daerah tetap dalam kondisi siaga menghadapi potensi bencana. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa pekan ke depan cuaca ekstrem masih mungkin terjadi di berbagai wilayah. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memiliki strategi mitigasi yang efektif.

Selain upaya jangka pendek berupa bantuan dan evakuasi, Safrizal menegaskan pentingnya perencanaan jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terjadi di masa depan. Kementerian Dalam Negeri berencana membahas kembali konsep aglomerasi wilayah dengan pembenahan sistem di hulu dan hilir. Pendekatan ini akan melibatkan kerja sama lintas daerah, penguatan sistem drainase, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

“Kerja sama antar daerah bukan hanya soal merespons bencana, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama mencegah musibah ini agar tidak terus berulang. Dengan koordinasi yang lebih baik, kita bisa memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman ke depan,” pungkasnya.

Dengan adanya sinergi yang kuat antar pemerintah daerah, diharapkan setiap bencana dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif, serta masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. (Faza/Red)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *