Ratusan Warga Bekasi Gelar Aksi Damai, Dukung Revisi UU TNI dan Perang Melawan Korupsi

  • Bagikan

Nusawarta.id, Bekasi Ratusan warga Bekasi yang tergabung dalam aliansi masyarakat sipil menggelar aksi damai di depan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Jl. Wibawa Mukti, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Sabtu (29/3/2025). Aksi yang berlangsung sejak pukul 14.20 hingga 14.50 WIB ini menyuarakan dukungan terhadap revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) serta percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Koruptor.

Dipimpin oleh koordinator lapangan, Dede, sekitar 300 peserta aksi membawa spanduk dan poster yang berisi dukungan terhadap perubahan regulasi di tubuh TNI serta seruan pemberantasan korupsi yang lebih tegas. Demonstrasi berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian setempat.

Dalam orasinya, tokoh aksi Bonin menekankan bahwa revisi UU TNI merupakan langkah penting dalam meningkatkan profesionalisme dan modernisasi institusi pertahanan negara. Menurutnya, revisi ini dapat memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

“Kami mendukung penuh revisi UU TNI karena ini adalah langkah maju dalam memperkuat pertahanan negara. Selain itu, kami juga menuntut pemerintah segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor agar tidak ada lagi celah bagi koruptor untuk menikmati hasil kejahatannya,” ujar Bonin dalam orasinya.

Senada dengan Bonin, perwakilan pemuda Bekasi, Asal, menilai bahwa revisi UU TNI akan semakin mempererat hubungan antara tentara dan rakyat. Ia juga berharap agar pemerintah tetap berkomitmen dalam upaya pemberantasan korupsi yang telah lama menggerogoti perekonomian bangsa.

“Kami percaya bahwa dengan revisi UU TNI, peran TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan akan semakin optimal. Begitu juga dengan RUU Perampasan Aset Koruptor yang harus segera disahkan agar para koruptor tidak bisa lagi lari dari tanggung jawabnya. Indonesia harus bersih dari korupsi!” tegas Asal.

Baca Juga  TNI AD Tegaskan Penanganan Begal dalam Kerangka Operasi Militer Selain Perang

Pada pukul 14.40 WIB, perwakilan massa menggelar konferensi pers yang dihadiri oleh awak media nasional. Mereka menegaskan bahwa aksi ini murni bertujuan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat tanpa unsur provokasi atau kepentingan politik tertentu.

Setelah menyampaikan pernyataan sikap, massa membubarkan diri dengan tertib pada pukul 14.50 WIB. Situasi tetap aman dan kondusif berkat koordinasi yang baik antara peserta aksi dan aparat keamanan yang bertugas. (Fauzan/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *