Nusawarta.id, Banjarbaru — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Selatan digelar secara meriah dan penuh semangat di Venue Bumdes Expo Kalsel, Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, pada 13–14 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan dan diikuti oleh seluruh pengurus BPD HIPMI Kalsel serta perwakilan BPC dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
Ketua BPD HIPMI Kalsel, Putra Qomaluddin Attar Nurriqli, menegaskan bahwa Rakerda ini bukan sekadar agenda organisasi tahunan, tetapi merupakan bentuk komitmen nyata HIPMI untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah peluncuran BumDesa Marketplace, sebuah platform digital yang bertujuan mempromosikan produk dari 1.700 BUMDes di seluruh Kalimantan Selatan.
“Kita menyasar badan usaha milik desa (BUMDes) sebagai wilayah binaan HIPMI. Marketplace ini akan menjadi wadah promosi produk unggulan mereka secara daring dan sistematis,” jelas Qomal.
Baca Juga HIPMI Kalsel Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi, Dorong Kewirausahaan Pemuda dan Mahasiswa
Rakerda tahun ini juga menjadi ajang sinergi strategis antara HIPMI dan Pemerintah Provinsi Kalsel. Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Miftahul Khair, secara resmi membuka kegiatan dan menyampaikan apresiasi atas inovasi yang ditunjukkan HIPMI Kalsel.
Seusai mengikuti sidang paripurna peringatan Hari Jadi Provinsi Kalsel, Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah Muhammad Syarifuddin, dan Ketua DPRD Provinsi Supian HK turut hadir di lokasi Rakerda. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi simbol dukungan penuh terhadap upaya HIPMI dalam menumbuhkan wirausaha muda dan memperkuat ekonomi lokal berbasis desa.
Gubernur Muhidin dalam sambutannya menyambut baik kolaborasi HIPMI dengan Bumdes Expo dan menilai langkah ini sebagai bentuk inovasi kewirausahaan yang patut dicontoh. “Ini luar biasa. Kita bisa melihat langsung produk yang dijual, strategi pemasaran, hingga peluang menembus pasar luar Kalimantan Selatan. Yang terpenting, pengusaha muda HIPMI harus tumbuh tangguh, bersaing sehat tanpa becakut pepadaan (saling menjatuhkan),” tegasnya.
Selain membahas program kerja dan pembinaan BUMDes, HIPMI Kalsel juga menyatakan kesiapan untuk mendampingi pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari tahap lanjutan gerakan ekonomi kerakyatan. Qomal menegaskan bahwa isu koperasi akan menjadi perhatian utama pada tahap berikutnya usai penguatan program di bidang pemberdayaan desa.
“Dari awal, kita ingin menghadirkan dampak nyata. Kegiatan ini langsung mempertemukan HIPMI dengan kawan-kawan PMD dari seluruh kabupaten/kota. Itu artinya komunikasi bisa langsung terjadi, program bisa langsung disinkronkan,” ujar Qomal.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Diklatda HIPMI Kalsel yang digelar di Aula Linggangan DPRD Banjarbaru. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengurus HIPMI dalam pengelolaan organisasi serta memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan dunia usaha ke depan.
Melalui Rakerda dan Diklatda ini, HIPMI Kalsel menunjukkan peran nyatanya sebagai motor penggerak wirausaha muda di daerah. Tak hanya bicara soal bisnis, tetapi juga membangun kolaborasi dan inovasi untuk mewujudkan ekonomi lokal yang kuat, inklusif, dan berdaya saing tinggi di era digital. (San/Red).












