May Day 2026, Ahmad Luthfi Sebut Buruh Pahlawan Penggerak Ekonomi Jateng

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi kegiatan jalan sehat di alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (1/7/2026).(Foto: dok-pemprov jateng/Nusawarta.id)

Nusawarta.id, Semarang — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 bersama ribuan buruh dari berbagai daerah melalui kegiatan jalan sehat di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan bertema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” itu turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Sumarno, serta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada para pekerja dan serikat buruh yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penghargaan atas perjuangan para pekerja dalam menjalankan hak dan kewajibannya di sektor industri.

“Terima kasih kepada seluruh serikat pekerja dan buruh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekonomi, khususnya di wilayah Ungaran dan Jawa Tengah pada umumnya. Kalianlah pahlawan dalam rangka mengembangkan ekonomi Provinsi Jawa Tengah,” ujar Luthfi di hadapan ribuan peserta.

Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini mencapai 5,37 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran para pelaku ekonomi, termasuk kalangan buruh.

Baca Juga : Prabowo Tinjau Revitalisasi Sekolah dan Program MBG di Cilacap

Selain itu, Luthfi juga menilai hubungan industrial di Jawa Tengah berjalan harmonis. Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja disebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Peringatan May Day kali ini dikemas melalui jalan sehat sejauh empat kilometer dengan rute melintasi Jalan Sukun hingga Jalan Letjen Suprapto. Konsep tersebut mendapat sambutan positif dari para pekerja yang mengikuti kegiatan.

Baca Juga  Pengusaha Tekstil Sampaikan Pandangan Soal UMP ke Menkeu, Dorong Keseimbangan Upah dan Produktivitas

Seorang buruh PT Semarang Garmen, Mardia, mengaku lebih nyaman mengikuti peringatan Hari Buruh dalam bentuk kegiatan olahraga dan kebersamaan dibanding aksi demonstrasi di jalan.

“Kami bangga bisa ikut jalan sehat begini. Kalau demo malah khawatir nanti jadi berantakan. Lebih baik jalan sehat seperti ini saja,” ujarnya.

Mardia juga menuturkan bahwa perlindungan terhadap pekerja di perusahaannya sejauh ini berjalan baik.

Hal senada disampaikan buruh PT Bina Guna Kimia, Satrio Nugroho. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar pada tahun-tahun mendatang dengan partisipasi yang lebih luas.

Meski demikian, Satrio berharap kesejahteraan pekerja tetap menjadi perhatian utama, terutama terkait kenaikan upah yang lebih signifikan.

Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara Kabupaten Semarang, Sumanta, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kerja sama dalam Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Baca Juga : Prabowo Dijadwalkan Hadiri Peringatan Hari Buruh Nasional

Menurutnya, komunikasi dan audiensi langsung kini lebih diutamakan dalam penyampaian aspirasi buruh di Kabupaten Semarang. Ia menilai pemerintah daerah cukup responsif terhadap tuntutan pekerja, termasuk dalam penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Penyampaian aspirasi tidak harus selalu turun ke jalan kalau komunikasinya lancar. Kecuali kalau sudah buntu, tidak ada titik temu, baru kita bergerak,” kata Sumanta.

Meski hubungan industrial dinilai kondusif, Sumanta menegaskan perjuangan buruh belum selesai. Saat ini, pihaknya masih fokus memperjuangkan upah sektoral, khususnya bagi pekerja sektor garmen dan tekstil yang mendominasi industri di Kabupaten Semarang.

Kegiatan May Day 2026 tersebut ditutup dengan pembagian berbagai hadiah kepada peserta yang kembali berkumpul di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *