Nusawarta.id, Jombang – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan agar konflik di Timur Tengah tidak berkembang menjadi pertentangan antarmazhab yang berpotensi memecah belah umat Islam, termasuk di Indonesia. Konflik tersebut dinilai berkaitan dengan persoalan politik dan perebutan kekuasaan, bukan perbedaan ajaran agama.
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan umat Islam di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
“Perbedaan mazhab tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci, apalagi memecah belah persaudaraan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jombang, Jawa Timur, Senin.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia agar tidak mudah terprovokasi narasi sektarian. Ia meminta masyarakat mengedepankan ukhuwah Islamiyah, perdamaian, dan sikap saling menghormati.
Baca Juga : Kejagung Periksa Dua Saksi Swasta dalam Kasus Dugaan Korupsi Migas Bekasi Rp2 Triliun
Gus Kikin juga mengecam serangan terhadap warga dan fasilitas sipil. Menurutnya, kepentingan politik, kekuasaan, maupun militer tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengorbankan keselamatan manusia.
Ia menekankan bahwa menjaga jiwa atau hifzh an-nafs merupakan salah satu tujuan utama syariat Islam. Karena itu, seluruh pihak harus mengutamakan perlindungan warga sipil dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan masyarakat terdampak, Gus Kikin menyoroti pentingnya menjaga keamanan Makkah dan Madinah serta menjamin keselamatan jamaah haji dan umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Tanah Suci harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman kekerasan. Keselamatan para jemaah harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Baca Juga : PPP DKI Jakarta Gembleng 150 Kader, Target Rebut Kursi Parlemen pada 2029
PBNU turut menyampaikan keprihatinan atas penderitaan rakyat Yaman akibat konflik berkepanjangan. Organisasi tersebut mendesak agar akses bantuan kemanusiaan bagi warga sipil dan pengungsi dibuka tanpa hambatan.
PBNU juga meminta seluruh pihak menahan diri, menghentikan serangan, menghormati hukum humaniter internasional, dan kembali menempuh jalur diplomasi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta negara-negara di kawasan didorong mengambil langkah konkret untuk meredakan ketegangan.
Di sisi lain, PBNU mendukung peran aktif Pemerintah Indonesia dalam diplomasi internasional untuk mendorong perdamaian dan melindungi kepentingan kemanusiaan. Gus Kikin juga mengajak warga NU mendoakan keselamatan Tanah Suci, para jamaah, serta masyarakat Timur Tengah yang terdampak konflik.













Respon (1)